Efek Samping Pandemi Covid-19, Orang Dewasa Jadi Malas Hubungan Seks

Insertlive
Senin, 06 Dec 2021 20:50 WIB
Black man and woman enjoying sexual foreplay in bed, free space
Jakarta, Insertlive -

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul istilah 'resesi seks' di sejumlah negara. Resesi seks merupakan istilah yang merujuk kepada turunnya gairah seseorang untuk melakukan hubungan intim.

Fenomena resesi seks mulai terdengar sejak tahun 2019 di Amerika Serikat. Pandemi COVID-19 disebut sebagai salah satu alasan mengapa banyak pasangan yang menunda pernikahan dan tidak berhubungan seks.

Isu ini didukung oleh sebuah penelitian baru dari Institute for Family Study (IFS) yang menunjukkan bahwa antara tahun 2008 hingga 2021 terdapat lebih dari dua kali peningkatan jumlah dari 8% menjadi 21% orang dewasa yang memilih tidak berhubungan seks.


Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa lebih banyak perempuan dengan rentang usia 18-35 tahun tidak berhubungan seks dalam satu tahun terakhir. Hal ini sesuai dengan penelitian Jake Novak seorang ahli ekonomi yang mengatakan bahwa resesi seks lebih banyak dialami oleh generasi milenial dengan rentang usia 20 hingga 40 tahun.

Sebelumnya, fenomena ini terjadi di China dan India yang mengalami penurunan tingkat kesuburan dan Total Fertility Rate (TFR). Rasa enggan menikah ini juga berpengaruh kepada angka kelahiran. Angka kelahiran merosot di China pada tahun 2020 dan menjadi angka terendah dalam 43 tahun terakhir. 

(KHANSA/syf)
Tonton juga video berikut:
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
UPCOMING EVENT Lebih lanjut
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER