Pacar Ideal Hanya di Drakor, Faktanya Banyak Pria Korea Kasar pada Wanita

syf - INSERTLIVE
Minggu, 13 Jun 2021 10:30 WIB
Ilustrasi KDRT
Jakarta, Insertlive -

Tampan, setia, manis, berperilaku baik dan bijaksana menjadi karakter pria Korea Selatan yang digambarkan dalam drama Korea. Tak heran banyak wanita mengharapkan bisa mendapatkan pasangan dari Negara Ginseng tersebut karena terbawa perasaan menonton drama. 

Namun, siapa sangka ternyata karakter asli pria Korea Selatan jauh dari perilaku baik, kebanyakan dari mereka tidak ragu menggunakan kekerasan dengan pasangan. 

Hasil penelitian menunjukkan sekitar delapan dari 10 pria Korea Selatan menggunakan kekerasan terhadap kekasih mereka.


Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institut Kriminologi Korea, 1.593 dari 2.000 responden pria Korea Selatan atau 79,7 persen mengatakan mereka telah melecehkan dan bertindak kasar pada pacar mereka selama masa pacaran.

Sekitar 71 persen dari mereka yang mengaku memiliki riwayat pelecehan dalam hubungan mengatakan bahwa mereka memiliki kendali atas aktivitas pacar mereka, seperti membatasi mereka untuk bertemu teman atau membuat mereka terisolasi dari orang lain, termasuk anggota keluarga.

Sebanyak 485 orang mengatakan mereka secara teratur menelepon untuk memeriksa dengan siapa pasangan saat itu.

Sisa responden mengatakan mereka menelepon sampai pacar mereka mengangkat telepon, mereka juga mengatur cara mereka berpakaian.

Lebih kurang 37,9 persen lainnya dari 1.593 responden atau 603 laki-laki mengatakan pelecehan saat pacaran melibatkan pelecehan seksual diikuti oleh pelecehan psikologis (36,6 persen), kekerasan fisik (22,4 persen), pelecehan seksual (17,5 persen) dan menimbulkan luka (8,7 persen).

Dalam hal pelecehan psikologis atau emosional, 23,1 persen mengatakan mereka telah membanting pintu atau menendang aspal dengan marah ketika mereka bersama pacar mereka.

Di antara mereka yang melakukan kekerasan fisik dengan pasangannya hampir 25 persen mengatakan mereka telah menyentuh payudara, bokong, atau alat kelamin pasangan tanpa persetujuan.

Sekitar 100 pria mengatakan mereka telah memberikan memar pada pasangan mereka atau meninggalkan mereka dengan bekas luka kecil. Beberapa bahkan mengatakan pacar mereka pingsan atau mengalami patah tulang.

Hong Young Oh yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan untuk responden yang membatasi gerakan pasangannya, perilaku tersebut berasal dari sikap patriarki yang mengakar pada pria Korea Selatan.

"Tingginya jumlah tindakan tersebut menunjukkan bahwa pelaku sendiri tidak menyadari atau tidak mengakui tindakan mereka sebagai pelecehan saat menjalin hubungan. Tetapi korban yang aktivitasnya dibatasi oleh pacar mereka melihatnya sebagai perilaku kasar yang cukup serius sehingga mereka ingin putus," papar Young Oh.

Studi ini juga menunjukkan bahwa penerimaan kekerasan, pengalaman kekerasan dalam rumah tangga di masa kecil dan ketidakstabilan emosional dikaitkan dengan berbagai jenis tindakan kekerasan oleh pelaku saat berkencan.

(syf/syf)
Tonton juga video berikut:
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER