Mengenal Skizofrenia Paranoia yang Diderita Isabella Guzman

nap - INSERTLIVE
Kamis, 10 Sep 2020 10:45 WIB
Isabella Guzman
Jakarta, Insertlive -

Sosok Isabella Guzman mendadak viral. Ia menjadi perbincangan karena tersenyum usai membunuh sang ibu dengan sadis. Ia menikam sang ibu sebanyak 151 kali. Isabella pun dinyatakan tak bersalah.

Keputusan itu memang menjadi sorotan. Keputusan tidak bersalah diambil usai pihak pengadilan Colorado resmi menerima permohonan banding dan menyatakan Guzman mengalami gangguan jiwa.

Ia pun terbebas dari penjara. Namun, Isabella dibawa ke Rumah Sakit Jiwa di Pueblo, Colorado. Karena penyakit mental yang dideritanya, Guzman dinilai tak bisa menentukan mana yang benar dan salah.


Dokter yang merawatnya, dr Richard Pounds mengungkapkan, Isabella mengidap schizophernia paranoia. Penyakitnya itu membuatnya sering bicara dan tertawa sendiri.

"Dia sering menatap ke ruang hampa, lalu bicara dengan seseorang yang tidak terlihat, dan dia tertawa sendiri," ujar dr Richard.

Lantas, apa itu Skizofrenia Paranoia? 

Skizofrenia dengan Paranoia adalah contoh paling umum dari penyakit mental. Dilansir dari WebMD, gangguan ini salah satu penyakit psikosis. Kondisi ini sangat mempengaruhi cara penderita dalam berpikir dan berperilaku.

Gangguan ini dapat muncul dengan cara dan waktu yang berbeda bahkan pada orang yang sama. Biasanya, Skizofrenia Paranoia dimulai pada akhir masa remaja atau beranjak dewasa. Ada juga yang menyebutkan dari usia 18 hingga 30 tahun. 

Orang dengan gangguan tersebut memiliki delusi paranoia sangat mencurigai orang lain. Delusi ini juga membuat penderitanya memiliki ketakutan yang sangat serta kecemasan yang mendalam terhadap sesuatu yang tidak nyata.

Seseorang yang menderita gangguan ini lebih banyak fokus memikirkan bagaimana cara melindungi diri mereka dari orang-orang yang akan menyerang atau menyakitinya. Terkadang, Skizofrenia Paranoia bisa menjadi kondisi yang kronis jangka panjang atau seumur hidup.

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya Skizofrenia Paranoia. Ada yang menduga bahwa kondisi ini diturunkan dari keluarga. Hanya saja, tidak semua penderita Skizofrenia Paranoia ini memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama. 

Memang belum diketahui penyebab pasti terkait gangguan ini. Namun, beberapa faktor diduga dapat meningkatkan risiko seseorang menderita Skizofrenia di antaranya mengalami kelainan dan gangguan pada otak, mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen saat lahir, mengalami trauma pada masa anak-anak, seperti perundungan, pelecehan seksual, atau kehilangan orang tua. 

Untuk mengobatinya, para pengidap Skizofrenia Paranoia harus meminum obat khusus dan menghindari alkohol. Selain itu, mereka juga harus mendapatkan konseling dari psikiater dan dukungan keluarga, agar bisa kembali seperti semula lagi.

[Gambas:Video Insertlive]



(nap/fik)
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER