Ikut Gerakan Antimasker, Pria Ini Meninggal usai Dinyatakan Positif Corona

DIS - INSERTLIVE
Rabu, 15 Jul 2020 07:45 WIB
masker mahal
Jakarta, Insertlive -

Mengenakan masker menjadi salah satu peraturan pemerintah yang harus dilakukan di era new normal, selama vaksin corona masih belum ditemukan.

Lantas bagaimana bila peraturan itu dilanggar?

Hal ini ternyata benar-benar dilakukan oleh Richard Rose yang melakukan gerakan antimasker.


Lewat cuitan akun Twitter @PaymanBenz, ia menuliskan bahwa kematian Richard menjadi pembelajaran bagi publik lantaran dalam gerakan antimasker yang ia galangkan, ia harus meninggal dunia karena positif terinfeksi corona pada 4 Juli lalu.

"Aku mengatakan, aku tak akan membeli masker dan hingga kini aku masih hidup tanpa membeli dan menggunakan masker sialan itu," tulis Richard di lama Facebook pada 28 April.

Tiga bulan setelahnya, pada 1 Juli, Richard justru dinyatakan positif terinfeksi corona dan meninggal tiga hari setelahnya.

"Baik, secara resmi aku akan melakukan karantina selama 14 hari ke depan dan aku baru dinyatakan positif terinfeksi corona. Menyebalkannya, aku baru saja mendapat pekerjaan baru," curhatnya setelah dinyatakan positif terinfeksi corona.

"Corona ini menyebalkan, aku kehabisan napas dan hanya bisa duduk di rumah sakit tanpa melakukan apapun," sambungnya pada 2 Juli.

Salah satu teman Richard menyayangkan atas berbagai status di laman media sosial Richard soal corona.

"Sungguh mengerikan bahwa kami harus kehilangan Richard dan yang tragisnya, ia meninggal karena pilihannya sendiri," ujar Nick Konley, teman dekat Richard.

Menurut fakta dan data akurat soal corona, pada 8 Juli ada 12 juta kasus positif corona di seluruh dunia dengan jumlah angka yang terus bertambah hingga 1 juta dalam kurun waktu lima hari terakhir.

[Gambas:Video Insertlive]



(dis/arm)
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER