Nekat Gelar Pernikahan Saat Wabah Corona, 37 Tamu Terinfeksi COVID-19

DIS - INSERTLIVE
Senin, 23 Mar 2020 19:03 WIB
Nekat Gelar Pernikahan Saat Wabah Corona, 37 Tamu Terinfeksi COVID-19
Jakarta, Insertlive - Dunia masih disibukkan dengan wabah virus corona COVID-19 yang makin meluas. Hal ini tentu menjadi kepanikan banyak pihak.

Pemerintah sebagian besar negara di dunia sudah secara tegas mengeluarkan kebijakan untuk mengkarantina diri sendiri dan mempraktikkan social distancing. 

Oleh karena itulah, banyak acara yang mengalami pembatalan dan penundaan demi keamanan dan kesehatan bersama.

Sayangnya, pasangan pengantin baru asal Australia, Scott Maggs dan Emma Metcalf tak mengindahkan perintah tersebut.

Melansir dari Sydney Morning Herald, keduanya tetap melangsungkan pernikahan mereka pada 6 Maret 2020 silam.

Alhasil, sebanyak 37 tamu undangan mereka terinfeksi positif COVID-19.

Kedua pasangan pengantin baru itu pun baru menjalani tes corona pada Senin (23/3).

Keduanya mengaku mendapat kabar ini ketika tengah berbulan madu di Maldives. Mereka mendapat pesan dari dua orang tamu yang mengaku terinfeksi virus corona dan ikut hadir di acara mereka.

Kabar itu pun langsung mereka sebar ke pada 120 tamu yang hadir ke pernikahan mereka. Lalu,  para tamu undangan pun segera melakukan tes pemeriksaan. Hasilnya, sebanyak  37 orang terinfeksi virus corona.

Tamu undangan yang terinfeksi dua di antaranya adalah senator di New South Wales, Andrew Bragg dan putri dari pakar iklan John Singleton, Sally Hawach.

Hal paling menyedihkan adalah Sally terinfeksi COVID-19 saat tengah hamil 30 minggu dan memiliki dua anak yang masih kecil.

Kini, Sally dan suaminya tengah menjalani karantina di rumah mereka di Sydney.

Sally mengaku usai menghadiri pernikahan Maggs dan Metcalf, ia merasa sakit dan melihat anaknya berumur setahun menunjukkan tanda-tanda terinfeksi corona.

"Anakku yang berumur satu tahun menunjukkan gejala terinfeksi COVID dan ia terlihat sangat sakit," tulis Sally di Instagramnya.

Maggs dan Metcalf akhirnya dituduh sebagai pihak yang tak bertanggungjawab karena tetap menggelar pernikahan saat virus corona telah meluas di Australia. Namun, keduanya membela diri bahwa saat hari pernikahan mereka, pemerintah Australia belum memberikan imbauan mengenai isolasi diri.

"Kami telah merencanakan pernikahan ini berbulan-bulan lamanya dan tak ada imbauan untuk menunda pernikahan atau acara apapun pada tanggal 6 Maret. Tak ada penjelasan soal itu," tukas keduanya.


[Gambas:Video Insertlive]



(dis/des)
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER