Viral, Istri Pukuli Suami yang Stroke Diduga Alami Stress

DIS - INSERTLIVE
Selasa, 17 Dec 2019 21:03 WIB
Viral, Istri Pukuli Suami yang Stroke Diduga Alami Stress
Jakarta, Insertlive - Beberapa waktu lalu, laman media sosial ramai membicarakan tentang video yang beredar terkait sosok sang istri yang menyiksa sang suami. Dilihat di laman media sosial, seorang istri tega memukul dan menghajar suaminya menggunakan tongkat jalan karena sang suami melakukan buang air besar di celana.


"Kemarin, dia baru buang air besar di celana, gue bersihin celananya, tadi pagi dia ada buang air besar lagi sedikit, pagi-pagi jam 6 gue bangun anterin dia cek darah. Gue anterin segala macem sampai dia nggak kelaperan segala macam," ujar sang istri.

"Sudah gue bersihin, udah gue bersihin tangan dia lagi, abis itu dia berdiri dia korek lagi, gue cium kok bau lagi tangannya. Kenapa ni orang ya, nggak tau orang capek apa ya," tambahnya.

Tak tanggung-tanggung sebelum akhirnya ia memukul sang suami dengan tongkat di bagian dada, perut, kepala dan sekujur tubuhnya hingga sang suami histeris kesakitan, ia menyebut bahwa ia bersedia jika sang suami ingin cerai dengan biaya Rp1 miliar.

"Kalo dia mau pisah sama gue boleh, bayar 1 M, Sama syaratnya ini aja, dia stroke lagi di ranjang, tolong jagain dia hanya di ranjang aja," bebernya.


Berita terkini pun menyebutkan bahwa polisi melakukan pengecekan terkait informasi adanya seorang wanita dengan inisial M ini diduga menyiksa sang suami, HT. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata sang istri diduga mengalami gangguan jiwa.

"Iya begitu dikonfirmasi, informasinya istrinya stres karena mendapati suaminya kena stroke itu," kata Kapolsek Penjaringan AKBP Imam Rifa'i dikutip dari detikcom, Selasa (17/12).

Kini, untuk pemeriksaan lebih lanjut polisi membawa M ke Rumah Sakit Jiwa Grogol, Jakarta Barat untuk diobservasi selama 2 minggu. Jika dinyatakan sehat secara kejiwaan, maka ia terancam pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Masih diobservasi di RS Grogol, kan baru dibawa ke sana tanggal 11 Desember. Perlu waktu dua mingguan untuk observasi. Kemungkinan KDRT, tetapi masih kami pastikan dulu," tukasnya.

[Gambas:Video Insertlive]

(dis/dis)
KOMENTAR
POPULER