Majalah Marie Claire Inggris Berhenti Terbit setelah 30 Tahun

Syafrina Syaaf - INSERTLIVE
Kamis, 12 Sep 2019 11:46 WIB
Majalah Marie Claire Inggris Berhenti Terbit setelah 30 Tahun
Jakarta, Insertlive - Kabar mengejutkan datang dari majalah Marie Claire terbitan Inggris.

Majalah gaya hidup wanita tersebut memutuskan untuk berhenti memproduksi majalah dalam edisi cetak setelah lebih dari 30 tahun. Nantinya,  edisi Marie Claire Inggris yang bakal terbit pada November 2019 mendatang akan menjadi edisi cetak terakhir. 

TI Media, perusahaan induk yang menaungi Marie Claire Inggris mengambil keputusan yang berat ini dengan alasan adanya perubahan perilaku pembaca modern. Oleh karena itu, TI Media memilih untuk lebih berkonsentrasi dan memaksimalkan Marie Claire Inggris versi digital



"Untuk melayani perubahan kebutuhan terbaik dari pembacanya yang mobile, yang bergerak cepat, kaya gaya," sebut salah satu perwakilan TI Media seperti dikutip BBC.

Selain perubahan perilaku pembaca, penurunan penjualan versi cetak juga memberikan pengaruh besar pada keputusan menghentikan produksi majalah Marie Claire Inggris.

"Kami sangat senang dapat bekerja dengan TI Media. Lalu, mengenai evolusi merek dagang Marie Claire, ini sangat penting setelah lebih dari 30 tahun. Pendekatan dengan pembaca digital akan memberikan kesuksesan yang lebih besar dalam beberapa dekade mendatang," urai Jean de Boisdeffre, Direktur Eksekutif Marie Claire.

Kemudian, Marcus Rich, seorang pemimpin eksekutif TI Media mengatakan bahwa selama ini Marie Claire telah menjadi majalah yang mendukung pemberdayaan perempuan, aktivitas perubahan iklim, dan inspirasi gaya banyak perempuan di Inggris dan dunia. 

"Dengan fokus penuh pada platform digital kami, kami akan membuktikan kemampuan kami di masa depan untuk menyampaikan informasi inspiratif dan menarik mengenai dunia  perempuan, tanpa mengenyampingkan berita mengenai mode dan kecantikan," jelas Rich.

Berdasarkan laporan analisis data media ABC adalah semenjak tahun 2017 pembaca majalah Marie Claire edisi cetak memang mengalami penurunan. Sementara itu, pembaca digital memperlihatkan peningkatan yang menjanjikan.



(des/des)
KOMENTAR
POPULER