Mengenal Penyakit Langka Sindrom Williams

Agustin Dwi Anandawati - INSERTLIVE
Jumat, 09 Aug 2019 18:44 WIB
Mengenal Penyakit Langka Sindrom Williams
Jakarta, Insertlive - Komedian Dede Sunandar harus menelan pil pahit atas diagnosa anak keduanya, Ladzan Syafiq Sunandar, yang mengidap penyakit langka bernama Williams Syndrome.

Batita tampan itu pun mengalami gangguan di beberapa organ penting di dalam tubuhnya. Bahkan gigi Ladzan mengalami keropos. Lalu sebenarnya seperti apakah penyakit Williams Syndrome ini?

Williams Syndrome pertama kali diutarakan pada 1961 silam. Dilansir dari The Health Journals, Williams Syndrome ini sangat langka. Perbandingannya sendiri sekitar 1 dari 10 ribu orang.

Williams Syndrome adalah kelainan genetik yang bisa memengaruhi banyak bagian tubuh. Penyakit ini menghapus sekitar 27 gen. Salah satu efek yang terlihat dari pengidap sindrom ini adalah pada bentuk wajahnya yang digambarkan seperti peri.

Dilansir dari Detik Health, para pengidap akan memiliki kepribadian yang ramah dan mudah berinteraksi dengan orang asing, sehingga mudah untuk dibohongi dan dimanfaatkan orang lain.

Tapi di sisi lain, para pengidap juga memiliki masalah dengan kecemasannya atau fobia yang disebut dengan attention deficit disorder (ADD). Seperti hanya dengan mendengar dengungan lebah yang terbang, pengidap bisa mengalami kecemasan yang ekstrem.

Naftali Lamm (Penderita Williams Syndrome)Naftali Lamm (Penderita Williams Syndrome)/ Foto: Instagram/naftaliknows
Hal itu disebabkan oleh saraf pendengaran yang tidak berfungsi dengan baik. Meski begitu para pengidap cenderung memiliki kecintaanya terhadap musik. Bahkan ada beberapa dari mereka yang memiliki kemampuan tala mutlak.

Para pengidap Williams Syndrome juga memiliki ciri wajah yang khas. Mereka memiliki dahi lebar, pipi penuh, hidung pendek dengan ujung lebar hingga mulut lebar dengan bibir yang penuh.

Selain itu para pengidap juga lebih cenderung kidal dan memiliki mata kiri yang dominan.

Penderita Williams Syndrome juga disarankan untuk melakukan terapi disik dan terapi wicara. Mereka juga dilarang untuk mengonsumsi kalsium dan vitamin D.

Para penderita juga harus ditangani oleh dokter sepanjang hidupnya. Namun dengan penanganan dan perawatan yang tepat, mereka bisa tetap sehat bahkan berprestasi.

[Gambas:Video Insertlive]

(agn/agn)
KOMENTAR
POPULER