Cerita di Balik Mahalnya Tas Birkin Hermes, Simbol Kalangan Atas

nap - INSERTLIVE
Kamis, 13 Jun 2019 17:35 WIB
Cerita di Balik Mahalnya Tas Birkin Hermes, Simbol Kalangan Atas
Jakarta, Insertlive - Tas Birkin adalah sebuah tas mewah buatan tangan yang diproduksi oleh Hermes Group asal Perancis. Hermes Group didirikan keluarga Hermes pada tahun 1837. Tas Hermes memang sedang naik daun. Brand fesyen ternama ini berhasil menyita perhatian publik dunia. Terlebih lagi, tas Hermes tida dipakai sembarang orang. Hanya kalangan atas yang mampu membeli tas berharga fantastis ini. Tas Birkin menjadi simbol status kalangan atas.

Beberapa tahun belakangan ini, sejumlah artis dunia dan Tanah Air kerap terlihat menenteng tas Hermes. Koleksi brand fesyen ini yang paling terkenal adalah Birkin.  Sekadar informasi, nama Birkin dipakai untuk menghormati pemilik pertama Birkin. Ia adalah aktris dan penyanyi Eropa yang bernama Jane Birkin. Tas mewah ini memulai debut pertama kali di publik pada tahun 1984. Tas ini tidak diproduksi secara massal. Ini dianggap salah satu alasan yang membuat jenis tas ini menjadi mahal dan incaran kaum jet set. Ada gengsi dan kebanggaan tersendiri saat memiliki tas super mewah ini.
Jane Birkin Jane Birkin / Foto: Youtube/Bussiness Insider

Tas ini dijual dengan garga ratusan juta hingga miliaran rupiah. Lantas, apa yang membuat tas ini sangat mahal dan bergengsi? 

Birkin Bag Birkin Bag / Foto: Youtube/Bussiness Insider


Tas ini dibuat dengan tangan pengrajin yang handal dan terampil. Tentu saja, pembuatan tas ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Membuat satu tas Birkin itu bisa menghabiskan waktu sekitar 1 hingga 2 minggu. Alasan lain yang membuat Birkin sangat mahal karena menggunakan bahan dari kulit binatang seperti burung unta, kadal, dan buaya. Untuk mencari bahan bakunya ini tidaklah mudah. 


Dibuat dengan tangan, tentu saja Hermes tak sembarangan dalam memilih pegawai yang menjahit tas Birkin ini. Brand fesyen ternama ini membuka pelatihan untuk pengrajin kulit. Perusahaan melatih para pengrajin selama satu tahun. Setelah itu, bukan berarti mereka langsung dipercaya membuat tas Birkin. Mereka mengadakan seleksi untuk pengrajin.

Dari 800 pengrajin, kemungkinan hanya beberapa orang terbaik yang diperbolehkan untuk membuat tas ini. Sebagai contohnya, kulit buaya yang digunakan pembuatan tas Birkin harus dilakukan oleh pengrajin terpilih. Jika tidak ditangani dengan benar, sidik jari pengrajin bisa tercetak permanen di atas kulit buaya tersebut.


(nap/fik)
KOMENTAR
POPULER