Pergelaran Busana Victoria Secret Setop Tayang di Televisi

Syafrina Syaaf - INSERTLIVE
Senin, 13 May 2019 15:40 WIB
Pergelaran Busana Victoria Secret Setop Tayang di Televisi
Jakarta, Insertlive -

Pergelaran koleksi terbaru Victoria Secret (VS) merupakan salah satu ajang yang paling diantisipasi pecinta mode dunia.

Ajang fashion show yang dikombinasi dengan penampilan musisi ini memang selau menghadirkan acara yang megah dan unik.

Namun, perayaan akbar yang selalu ditayangkan oleh stasiun televisi Amerika Serikat, ABC atau CBS sejak tahun 2001 tersebut akan segera berhenti tayang. Apa pasal?

Menurut Times, berkurangnya jumlah pemirsa selama lima tahun terakhir menjadi penyebab VS tak lagi menayangkan pergelarannya secara langsung.

Kabarnya, selama lima tahun terakhir jumlah pemirsa televisi yang menonton VS terus mengalami penurunan drastis. Pada tahun 2018, jumlah penontonnya hanya 3,3 juta orang, padahal pada tahun 2013 sempat mencapai 9,7 juta.

Selain itu, rangkaian kontroversi yang terjadi pada label gaun tidur sepanjang tahun 2018 ini juga menjadi pencetus hilangnya minat penonton televisi.

Tahun lalu, pejabat pemasaran Victoria Secret, Ed Razek, menyebutkan bahwa tidak akan ada model transeksual pada pergelaran VS. Pernyataan tersebut sempat membuat geram sejumlah pihak yang menyuarakan persamaan hak-hak manusia. 

"Mengapa tidak ada model berusia 60 tahun? Mengapa hanya yang berusia 24 tahun? Mengapa acara kami tidak melakukan ini itu? Seharusnya ada model transeksual, oh tidak tidak, kami tidak akan melakukannya. Acara ini tentang fantasi, ini adalah hiburan spesial selama 42 menit," ujar Razek.

Foto: Instagram/victoriassecret

Leslie Wexner, Chief Executive, L Brands, perusahaan induk yang memayungi VS mengatakan pada jumat (10/5) kemarin, tim kreatif mereka memutuskan untuk mencari sudut pandang lain yang lebih menyegarkan untuk meningkatkan bisnis VS.

"VS harus terus berkembang dan menjadi lebih baik," ujar Wexner.

Dia menambahkan, berdasarkan pemikiran tersebut, maka manajemen memutuskan untuk menyudahi cara-cara konservatif.

"Ke depannya, kami percaya stasiun televisi sudah bukan sarana promosi yang tepat," pungkasnya.

(des/des)
KOMENTAR
POPULER