Unik, Kawanan Sapi Merampok Supermarket di Hong Kong

doa - INSERTLIVE
Rabu, 17 Apr 2019 07:13 WIB
Unik, Kawanan Sapi Merampok Supermarket di Hong Kong
Jakarta, Insertlive - Awal tahun 2019 lalu, terdapat peristiwa yang unik dan bahkan tidak masuk akal, adalah sekawanan Sapi yang merampok supermarket di Hong Kong. Dilansir dari Vice.com, gerombolan hewan ini memasuki supermarket Fusion di Mui Wo pada pukul 8 malam dan memakan segala yang ada di bagian sayuran dan buah-buahan.


Hal ini tentu saja terdengar aneh dan mengada-ada, terlebih di Indonesia, namun Hong Kong punya cerita lain, menurut departemen pertanian, perikanan dan konversasi Hong Kong, sedikitnya terdapat sekitar 1.100 sapi liar yang berkeliaran di jalanan. Para warga pun tidak masalah asal sapi-sapi liar ini tidak meresahkan, seperti bikin macet jalan, maupun buang air sembarangan.

Gerombolan Sapi Merampok SupermarketFoto: Facebook/StephenLaw
Gerombolan Sapi Merampok Supermarket

Namun hal itu tak lagi berlaku pada awal Januari 2019, sapi-sapi liar tersebut menerobos masuk ke supermarket dan merampas sayur dan buah-buahan di sana. Untuk mengatasinya, staf dan pengunjung toko pun segera bekerja sama untuk mengusir hewan liar ini keluar dari supermarket.

Salah satu pengunjung toko, Stephen Law, pun mengabadikan momen tersebut. Ia diketahui menggunggah hasil tangkapan kemeranya uang unik dan langka tersebut di Facebook pribadinya.

Sebelum peristiwa unik ini terjadi, South China Morning Post menerbitkan artikel yang membicarakan soal sapi liar di Hong Kong ini. Menurutnya hal ini terjadi karena menggilanya urbanisasi, pembangunan perkotaan yang menyebar ke daerah pedesaan memaksa berbagai beberapa satwa liar ini hidup di pemukiman tersebut.

Ketua Lantau Buffalo Assocation, Ho Loy, menjelasakan bahwa sapi-sapi liar ini sudah hidup di sana sejak dulu, jauh sebelum adanya perubahan urbanisasi yang drastis. "Kebanyakan orang kesal melihat sapi liar berkeliaran di jalan. Namun, mereka tidak menyadari kalau tempat ini dulunya habitat sapi. Leluhur mereka dulu tinggal dan makan di sini saat padang rumputnya belum disemen dan diubah menjadi jalanan." tutup Ho.

Aneh-aneh aja ya Insertizen.

(doa/doa)
KOMENTAR
POPULER