4 Alasan Pasangan Selingkuh Meski dalam Hubungan Bahagia
Regina Novanda |
Insertlive
Jakarta -
Si dia sebetulnya sudah menyadari akan tindakan selingkuh. Namun ada sisi bahagia yang mungkin didapat dalam dirinya ketika berhasil bermain dengan daya tarik dari selingkuhan dan melawan hambatan dari pasangan.
Pria bisa sangat rentan terhadap hal ini. Apalagi hampir seluruh pria di muka bumi terbiasa dengan gaya 'koboi' dan acuh terhadap pasangan. Sayangnya, hal itu acapkali membuat mereka justru kerap menahan rasa bahagia, juga sedih secara bersamaan. Terlepas dari gender, perselingkuhan lebih pada sikap pelampiasan emosional daripada pelampiasan seksual.
Nah, itu dia empat alasan yang mungkin melatarbelakangi si dia selingkuh. Ya, apapun alasannya selingkuh itu menyakitkan pasangan ya, Insertizen! Kamu tentu nggak mau dong komitmen yang sudah terbangun bertahun-tahun dengan pasangan rusak hanya begitu saja?
(ren/fik)
Loading ...
4 Alasan Pasangan Selingkuh Meski dalam Hubungan Bahagia
Kebanyakan orang berpikir jika perselingkuhan terjadi ketika dua insan tengah diterpa masalah dalam hubungan mereka. Namun hal itu ternyata tidak sepenuhnya benar, lho Insertizen! Perselingkuhan bisa saja terjadi bahkan saat kondisi hubungan kamu dan si dia baik-baik saja.
Advertisement
Eksplorasi diri
Perel mengindikasi jika perselingkuhan bisa menjadi bentuk eksplorasi diri dari pelakunya. Biasanya peselingkuh tidak akan mengubah siapa dirinya, mereka cenderung hanya ingin lepas dari kendala yang mungkin ada dalam hubungannya sementara waktu, agar merasa seperti 'muda' kembali, tidak terbebani, dan lebih hidup. Ketika berselingkuh, si dia sebetulnya tidak mencari sosok lain. Pasanganmu biasanya hanya mencari diri mereka dari eksplorasi yang dilakukan, paling tidak dari aspek diri yang hilang atau lama terabaikan.Kesalahan yang menggiurkan
Seperti anak kecil yang diam-diam mengambil kue di dapur, perselingkuhan juga bisa karena godaan yang menggiurkan. Ya, menurut Jack Morin dalam bukunya Erotic Mind, fenomena selingkuh dari perspektif seksual mengindikasikan; Daya Tarik + Hambatan = Kegembiraan. Itulah sifat pelanggaran yang menggoda.Si dia sebetulnya sudah menyadari akan tindakan selingkuh. Namun ada sisi bahagia yang mungkin didapat dalam dirinya ketika berhasil bermain dengan daya tarik dari selingkuhan dan melawan hambatan dari pasangan.
Membuktikan pengandaian
Eksplorasi diri pada poin pertama sebetulnya didasari oleh pemikiran untuk membuktikan pengandaian. Alih-alih melakukan kesalahan, si dia justru merasa ada peluang yang tak boleh terlewatkan. Juga merasa terkungkung oleh komitmen yang ada, si dia biasanya ingin memanjakan keingintahuan mereka.Merasakan emosi baru
Terakhir, seperti dikutip dari Psychology Today, pasangan bahagia yang tega berselingkuh biasanya karena mereka sukses membangkitkan emosi baru. Perlu ditekankan bagi mereka yang sudah terikat dalam hubungan baik-baik aja namun tetap selingkuh, biasanya didasari oleh rasa eksplorasi diri.Pria bisa sangat rentan terhadap hal ini. Apalagi hampir seluruh pria di muka bumi terbiasa dengan gaya 'koboi' dan acuh terhadap pasangan. Sayangnya, hal itu acapkali membuat mereka justru kerap menahan rasa bahagia, juga sedih secara bersamaan. Terlepas dari gender, perselingkuhan lebih pada sikap pelampiasan emosional daripada pelampiasan seksual.
Nah, itu dia empat alasan yang mungkin melatarbelakangi si dia selingkuh. Ya, apapun alasannya selingkuh itu menyakitkan pasangan ya, Insertizen! Kamu tentu nggak mau dong komitmen yang sudah terbangun bertahun-tahun dengan pasangan rusak hanya begitu saja?
(ren/fik)