Deretan Drakor yang Munculkan Istilah Solo Table Theory
Deretan Drakor yang Munculkan Istilah Solo Table Theory
Istilah solo table theory belakangan ramai dibahas di media sosial gegara muncul di drama Korea.
Solo table theory pada dasarnya merupakan belajar merasa nyaman di meja sendiri di ruang publik dalam kesendirian sebagai bentuk penghormatan diri.
Banyak yang mulai menyadari bahwa semua momen harus dibagikan atau divalidasi orang lain.
Konsep ini terasa dekat dengan banyak orang, terutama generasi muda karena tingginya tuntutan pekerjaan hingga ekspektasi lingkungan yang membuat waktu untuk diri sendiri kerap terabaikan.
Solo table theory sendiri bukan soal menolak hubungan sosial banyak orang, melainkan tetap punya teman, keluarga, serta kehidupan sosial aktif.
Bedanya, mereka tak lagi menggantungkan rasa cukup pada adanya orang lain.
Kaitan solo table theory ini lekat dengan budaya dalam drama Korea seperti dalam budaya honbap dan honsul.
Karakter utama di drama Korea sering digambarkan menikmati waktu makan sendiri (honbap) atau minum sendirian (honsul) di restoran barbekyu atau pocha (tenda makan).
Kebiasaan ini dinormalisasi sebagai bentuk pelepasan stres dan mencintai diri sendiri.
Karakter wanita atau pria terlihat di drama nuansa perkantoran yang ditunjukkan untuk menikmati waktu mereka.
Konsep solo table theory sendiri sebenarnya punya kaitan erat dengan budaya Korea Selatan, terutama istilah honbap dan honsul. Honbap merujuk pada kebiasaan makan sendirian, sementara honsul berarti menikmati minuman alkohol seorang diri setelah menjalani aktivitas harian.
Solo Table Theory dalam Drama Korea
Budaya tersebut sering muncul dalam drama Korea bertema kehidupan sehari-hari atau dunia kerja.
Salah satu yang paling sering dibicarakan adalah adegan dalam drama My Mister ketika karakter Ji-an yang diperankan IU beberapa kali terlihat makan sendirian dalam suasana sunyi sepulang kerja.
Adegan itu memperlihatkan bagaimana kesendirian tidak selalu identik dengan rasa sepi, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk menenangkan diri.
Nuansa serupa juga muncul dalam drama Because This Is My First Life lewat karakter Yoon Ji-ho yang kerap menikmati waktu sendiri di kafe atau saat berjalan pulang setelah hari yang melelahkan.
Drama ini banyak menampilkan refleksi kehidupan dewasa muda yang lelah dengan tekanan sosial dan mulai mencari kenyamanan dalam kesederhanaan hidup.
Selain itu, drama Misaeng: Incomplete Life juga memperlihatkan budaya pekerja kantoran Korea yang sesekali memilih makan atau minum sendiri setelah lembur.
Summer Strike/ Foto: dok. ENA |
Adegan karakter Jang Geu-rae duduk sendiri di warung makan sederhana setelah hari kerja yang berat sering dianggap menggambarkan realitas banyak pekerja muda di kota besar.
Sementara dalam drama Summer Strike, konsep menikmati kesendirian bahkan menjadi inti cerita.
Karakter Lee Yeo-reum memilih meninggalkan kehidupan kota yang melelahkan untuk menjalani hidup lebih tenang sambil belajar menikmati waktu sendiri tanpa tekanan sosial.
Menariknya, drama Korea tidak menggambarkan kesendirian sebagai sesuatu yang menyedihkan.
Sebaliknya, karakter pria maupun wanita justru terlihat menemukan ketenangan, refleksi diri, dan kebebasan saat menikmati waktu sendirian.
(dis/and)
Summer Strike/ Foto: dok. ENA