Shinya Drummer LUNA SEA Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Kolorektal
Kabar duka bagi para penggemar musik Jepang, drummer band LUNA SEA, Shinya, dikabarkan telah meninggal dunia pada Selasa (17/2) di usia 56 tahun.
Hal ini diumumkan langsung oleh LUNA SEA melalui akun media sosial mereka. LUNA SEA mengungkapkan bahwa Shinya telah berjuang melawan kanker kolorektal stadium empat sejak tahun 2020 dan tumor otak yang baru ditemukan tahun lalu.
Lewat pernyataan panjang, LUNA SEA menyebut bahwa Shinya tetap berusaha keras menjalani tujuh operasi dan rehabilitasi dengan harapan bisa ikut tampil dalam konser yang rencananya akan digelar pada Maret tahun ini.
"Kepergiannya yang mendadak telah meninggalkan kekosongan yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata," ungkap LUNA SEA dalam unggahan mereka, dikutip Senin (23/2).
Shinya telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk musik. Ia telah tergabung dalam LUNA SEA sebagai drummer sejak tahun 1989. LUNA SEA menegaskan bahwa warisan sang drummer tak akan dilupakan selamanya.
"Ritme drum yang telah ia suarakan selama 35 tahun dan dedikasi luar biasanya terhadap musik akan selalu dikenang oleh LUNA SEA," ungkap mereka.
LUNA SEA kemudian menyampaikan terima kasih kepada para penggemar yang senantiasa memberikan cinta kepada mereka, terutama Shinya yang dikenal sebagai salah satu drummer legendaris Jepang.
Pemakaman pria dengan nama asli Shinya Yamada itu telah dilakukan secara tertutup dengan dihadiri oleh keluarga dekat. Meski demikian, pihak band LUNA SEA berencana untuk memberikan kesempatan bagi penggemar yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
"Kami meminta penggemar untuk memanjatkan doa agar jiwa Shinya bisa beristirahat dengan tenang untuk selamanya," pungkas mereka.
(asw)