Advertisement

Cosplay-Beli Merch Detective Conan Dilarang di China Imbas Konflik dengan Jepang

asw | Insertlive
Conan
Cosplay-Beli Merch Detective Conan Dilarang di China Imbas Konflik dengan Jepang/Foto: Twitter
Jakarta -

Konflik China dan Jepang memanas dan bahkan berpengaruh pada para penggemar anime di China. Pemerintah telah melarang kegiatan costume play (cosplay) dan penjualan merchandise dari serial anime populer Jepang, Detective Conan.

Kedua negara diketahui bersitegang usai Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi membuat pernyataan kontroversial soal Taiwan. Belakangan, muncul gelombang kecaman terhadap kolaborasi terbaru Detective Conan dengan seri manga My Hero Academia.

Kolaborasi ini dikritik karena dinilai telah membangkitkan kembali ingatan atas kekejaman Jepang pada masa perang. Boikot terhadap serial Detective Conan pun berlangsung di sejumlah acara festival anime, terutama di Chongqingdan, Lanzhou.

Banyak pihak menilai kolaborasi Detective Conan dengan My Hero Academia sebagai tindakan yang 'menghina rakyat China'. Pasalnya, nama salah satu karakter dalam My Hero Academia sempat menuai kontroversi besar pada tahun 2020.

Advertisement

Salah satu karakter dalam My Hero Academia diberi nama Maruta Shiga, yang dinilai merujuk pada Unit 731. Unit ini merupakan salah satu unit operasi rahasia Jepang di masa perang yang terkenal kejam karena melakukan eksperimen terhadap manusia.

Selain itu, Unit 731 juga melakukan penelitian senjata biologis dan kimia di China timur laut. Hal ini memicu kemarahan publik di China hingga My Hero Academia terpaksa ditarik dari platform video pada tahun 2020.

Maruta sendiri berarti kayu gelondongan, sebuah istilah sandi yang merujuk pada korban eksperimen manusia Unit 731, sementara Shiga merujuk pada Kiyoshi Shiga, seorang bakteriolog Jepang. Setelah tuai kontroversi, nama karakter itu pun telah diganti.

Kolaborasi dua serial itu dilakukan dalam rangka peringatan 30 tahun Detective Conan dan 10 tahun My Hero Academia. Para kreator dari kedua seri itu saling merilis ilustrasi karakter utama masing-masing sebagai bagian dari kerja sama.

Pihak penyelenggara acara anime di Lanzhou pun mengatakan bahwa larangan cosplay dan penjualan merchandise ini bertujuan untuk menciptakan suasana kondusif.

Mereka juga telah melarang pengunjung yang datang untuk mengenakan kimono, sandal kayu, atau busana lain yang diasosiasikan degan militerisme.

Sementara konflik China dan Jepang telah memberikan pengaruh signifikan terhadap industri hiburan. Sejak pernyataan kontroversial Sanae Takaichi, sejumlah acara artis Jepang dan anime pun telah dibatalkan di China.

(asw)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement