Advertisement

Baru Tayang, Live Action Avatar: The Last Airbender Season 2 Tuai Kritikan Penonton

asw | Insertlive
Avatar: The Last Airbender Season 2 (2026).
Baru Tayang, Live Action Avatar: The Last Airbender Season 2 Tuai Kritikan Penonton/Foto: Dok. Netflix
Jakarta -

Musim kedua untuk adaptasi live action serial Avatar: The Last Airbender resmi tayang pada 25 Juni 2026 di Netflix. Penayangan musim kedua untuk serial live action ini pun menuai beragam reaksi dari penonton.

Belum lama tayang, serial ini justru menuai kritikan karena dinilai merombak alur cerita dan dialog yang sebelumnya ada di versi animasi. Tak hanya soal alur cerita, penonton juga mengkritik pemilihan aktor yang dinilai tidak sesuai dengan visualisasi dari versi animasi.

Sejumlah penggemar versi animasi Avatar: The Last Airbender menilai bahwa pemilihan pemain untuk versi live action tidak sesuai ekspektasi. Penggemar kemudian menyoroti kegagalan tim casting dalam memilih pemeran untuk musim kedua live action tersebut.

Sejumlah penonton juga menganggap Netflix selaku rumah produksi serial ini tidak berbenah dari kritik tajam yang mereka dapat sejak musim pertama. Keputusan Netflix untuk membuat live action Avatar: The Last Airbender sendiri memang menuai banyak kritik sejak awal diumumkan.

Advertisement

"Netflix... kalian menghancurkan permata berharga kami. avatar adalah salah satu kartun yang paling dicintai, dan kalian merusaknya," tulis seorang penggemar.

"Apakah bagian casting pernah menonton kartunnya?" kata penggemar lain.

"Casting kacau, cerita diubah-ubah, feel ceritanya jadi tidak dapat," tambah penggemar lainnya.

Penonton juga menyoroti jarak perilisan antara musim pertama dan kedua. Musim pertama live action Avatar: The Last Airbender tayang pada tahun 2024, membuat banyak penggemar menyebut bahwa waktu dua tahun seharusnya cukup bagi Netflix untuk berbenah.

Avatar: The Last Airbender Season 2 (2026).Karakter Toph dalam Avatar: The Last Airbender Season 2/ Foto: Dok. Netflix

Salah satu karakter yang kemudian jadi sorotan adalah sosok Toph, seorang pengendali elemen bumi yang buta tetapi punya kekuatan luar biasa. Toph melihat dunia dengan cara menyentuh bumi.

Namun pada versi live action, Toph terlihat menyentuh pasir dan bukan tanah seperti di versi animasi. Perbedaan mencolok ini membuat banyak penggemar mempertanyakan apakah tim produksi menyaksikan animasi Avatar: The Last Airbender.

Ada pula yang menyoroti perbedaan fisik pemeran Aang, Gordon Cormier, yang terlalu mencolok antara musim pertama dan kedua. Padahal, alur cerita dari musim pertama ke musim kedua dikisahkan hanya berjarak dua minggu.

Meski menuai banyak kritik hingga kekecewaan penggemar versi animasi, live action Avatar: The Last Airbender tetap mendapat sambutan cukup baik. Beberapa penonton pun sudah menunggu kelanjutan kisah Aang cs di musim ketiga.

Musim kedua live action Avatar: The Last Airbender sendiri akan melanjutkan petualangan Avatar Aang (Gordon Cormier), Katara (Kiawentiio), dan Sokka (Ian Ousley) yang memulai misi untuk meyakinkan Raja Bumi setelah menyelamatkan Suku Air Utara dari invasi Negara Api.

Avatar: The Last Airbender sudah bisa disaksikan di Netflix sejak 25 Juni 2026.

(asw)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement