Advertisement

Jangan FOMO, Ini Risiko Ikut Hyrox Tanpa Persiapan

agn | Insertlive
Jangan FOMO, Ini Risiko Ikut Hyrox Tanpa Persiapan
Jangan FOMO, Ini Risiko Ikut Hyrox Tanpa Persiapan/Foto: Freepik
Jakarta -

Setelah padel, olahraga Hyrox kini tengah viral di media sosial. Banyak artis hingga influencer yang mengikuti kompetisi olahraga tersebut.

Hyrox adalah kompetisi kebugaran atau fitness racing global yang menggabungkan lari 1 kilometer dengan 8 tantangan latihan fungsional yang diulang sebanyak delapan kali.

Para peserta akan masuk ke dalam zona transisi dan menyelesaikan seluruh rangkaian aktivitas mulai dari SkiErg hingga Wall Balls dengan waktu secepat-cepatnya. Delapan tantangan itu di antaranya:

  1. SkiErg: Latihan mendayung menggunakan alat ski dengan resistensi (1000 meter).
  2. Sled Push: Mendorong kereta beban.
  3. Sled Pull: Menarik kereta beban menggunakan tali.
  4. Burpee Broad Jumps: Melakukan burpee dengan melompat ke depan sejauh 80 meter.
  5. Rowing: Mendayung menggunakan mesin rowing (1000 meter).
  6. Farmers Carry: Membawa dua kettlebell dengan beban tertentu.
  7. Sandbag Lunges: Berjalan dengan posisi lunge memanggul karung beban.
  8. Wall Balls: Melempar bola beban ke target dinding.

Hyrox adalah olahraga yang melibatkan kekuatan, daya tahan dan kemampuan fungsional tubuh untuk memindahkan beban dari satu titik ke titik lainnya.

Advertisement

Gegara tengah viral, banyak orang yang mencoba untuk mengikuti hyrox. Namun, jangan asal ikutan karena FOMO. Ada dampak buruk yang bisa terjadi pada tubuh jika melakukan hyrox tanpa persiapan.

Dokter spesialis olahraga, dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO, SubspALK(K) mengungkapkan banyak orang yang mengikuti kompetisi hyrox mengalami heat stoke hingga berujung tumbang.

Penyebab peserta tumbang karena heat stoke memang terdengar aneh pasalnya olahraga ini dilakukan di dalam ruangan. Namun, menurut dr Antonius heat stroke juga bisa terjadi di ruangan dingin.

"FOMO (fear of missing out) boleh-boleh saja, tapi memang peserta itu benar benar harus persiapan, harus melakukan pelatihan yang tepat sebelum mengikuti Hyrox," ucap dr Andi.

"Dari persepsi saya, meskipun itu kejadian di dalam ruangan, tetap saja risiko heat stroke itu ada. Kemarin ada beberapa kasus heat stroke atau heat-related ilness, di mana suhunya sangat tinggi," lanjutnya dalam laporan detikcom.

Heat stroke terjadi pada peserta hyrox karena olahraga itu adalah gabungan olahraga intensitas tinggi atau latihan beban dan fungsional dan daya tahan seperti lari panjang 8 kilometer.

Paduan olahraga yang berat itu membuat tubuh memproduksi panas yang berlebihan sehingga membutuhkan hidrasi yang cukup.

"Harus diingat bahwa Hyrox itu olahraga yang mengombinasikan antara ketahanan kardio dengan ketahanan otot. Gerakannya nggak cuma lari, tapi juga latihan beban," jelas dokter spesialis kesehatan olahraga dr Andhika Raspati, SpKO.

(agn/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement