Angkat Isu Mental Health, Black Langues Rilis 'Happy'
Industri musik Indonesia saat ini terus berkembang seiring pesatnya pertumbuhan platform digital dan media sosial. Di satu sisi, musisi memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkenalkan karya kepada publik.
Namun di sisi lain, persaingan semakin ketat sehingga para musisi dituntut memiliki identitas dan pesan yang kuat agar dapat menarik perhatian pendengar.
Salah satu isu yang belakangan semakin banyak diangkat dalam karya musik adalah kesehatan mental. Tema ini dianggap dekat dengan realitas yang dihadapi generasi muda Indonesia, mulai dari tekanan sosial hingga pergulatan emosi sehari-hari.
Hal tersebut menjadi salah satu benang merah dalam single debut Happy milik Black Langues, band asal Yogyakarta yang dibentuk pada 2025. Grup ini digawangi Aaron sebagai vokalis dan gitaris, Austin pada drum, serta Haidar sebagai bassist.
Aaron merupakan penyandang disleksia, diskalkuli, dan disgrafia yang menjadikan musik sebagai media untuk mengekspresikan diri dan menyampaikan gagasannya.
Melalui Happy, Black Langues menghadirkan lagu yang terdengar ringan, tetapi menyimpan pesan mengenai kesehatan mental dan perjalanan hidup anak muda.
Bayu Randu produser Black Langues/ Foto: dok.istimewa Michael D Aaron |
Lagu ini juga mendapat sentuhan dari produser Bayu Randu bersama Michael Aaron Donisputro. Bayu dikenal sebagai sosok berpengalaman di industri musik nasional yang pernah terlibat dalam berbagai proyek bersama Edane, Funky Kopral, Voodoo, hingga Sawung Jabo.
Kolaborasi antara semangat generasi muda yang dibawa Black Langues dan pengalaman Bayu Randu menghasilkan karya yang tidak hanya kuat secara musikal, tetapi juga relevan dengan isu yang tengah banyak diperbincangkan masyarakat saat ini.
(dis/dis)
Bayu Randu produser Black Langues/ Foto: dok.istimewa Michael D Aaron