Simbol @ di Email Ternyata Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu, Ini Penjelasannya
Simbol @ menjadi sesuatu yang tentunya sudah familiar di masa kini, terutama di email hingga nama pengguna di media sosial. Meski demikian, tak banyak yang tahu jika simbol ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Lantas bagaimana asal-usul simbol @ yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu hingga kini digunakan untuk email dan nama pengguna media sosial? Berikut merupakan penjelasannya.
Awal Mula Kehadiran Simbol @
Menurut catatan sejarah seperti yang dilaporkan oleh Smithsonian Magazine, simbol ini pertama kali tercatat pada tahun 1536 dalam sebuah surat dari seorang pedagang di Florence, Italia.
Pedagang ini diketahui menggunakan simbol @ untuk menunjukkan satuan anggur yang dikirim dalam guci tanah liat besar.
Lewat penelitian yang dilakukan, muncul berbagai teori yang menyebut simbol @ berasal dari kata Latin yakni ad, yang kemudian disingkat oleh para juru tulis di abad pertengahan hingga menjadi @.
Hal ini dilakukan mereka untuk menghemat waktu saat menyalin dokumen secara manual pada masa itu.
Ada pula beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa @ juga muncul dalam berbagai manuskrip kuno. Simbol ini juga disebut menggantikan huruf dalam konteks tertentu meski belum ada bukti kuat sebagai pendukung.
Pada abad ke-19, simbol @'mulai populer di dunia akuntansi. Simbol ini banyak digunakan untuk mencatat harga penjualan seperti '20 barang @ USD 6' yang kemudian juga diadopsi ke dalam mesin tik.
Simbol @ mengalami perkembangan signifikan pada tahun 1971. Saat itu, seorang ilmuwan komputer bernama Ray Tomlinson mengalami kebingungan, mempertanyakan bagaimana cara menghubungkan orang-orang yang memprogram komputer.
Pasalnya, tiap ilmuwan komputer saat itu terhubung dengan mesin mainframe tertentu melalui sambungan telepon dan mesin teletype. Sayangnya, komputer-komputer ini tidak terhubung satu sama lain.
Hambatan komunikasi ini menjadi kekurangan yang ingin diatasi oleh pemerintah Amerika Serikat yang mempekerjakan BBN Technologies, sebuah perusahaan di Cambridge, Massachusetts yang diminta mengembangkan jaringan Arpanet, cikal bakal internet saat ini.
Tomlinson yang kala itu bekerja di BBN Technologies pun berusaha mencari solusi. Ia punya tantangan untuk mengirimkan pesan yang dibuat oleh orang melalui Arpanet kepada orang lain dengan komputer berbeda.
Sang ilmuwan berpikir bahwa 'alamat' pesan ini memerlukan nama individu dan nama komputer yang mungkin banyak digunakan. Simbol untuk memisahkan kedua elemen alamat itu tidak boleh digunakan dalam program dan sistem operasi untuk mencegah sistem komputer menjadi bingung.
Mata Tomlinson kemudian tertuju pada simbol @ yang terletak di atas huruf P pada mesin teletype model 33 miliknya. Ia kemudian mencoba mengirimkan email kepada dirinya sendiri dengan memanfaatkan dua mesin teletype dan simbol @.
Meski Tomlinson tak ingat dengan email pertama yang ia kirim, simbol @ kini menjadi sesuatu yang tak terpisahkan dari perkembangan teknologi hingga saat ini.
(asw/fik)