Advertisement

Psikologi Ungkap Kondisi Mental Seseorang Terlihat dari Lagu yang Sering Diputar

Astrid Riyani Atmaja | Insertlive
Ilustrasi Dengar Lagu
Psikologi Ungkap Kondisi Mental Seseorang Terlihat dari Lagu yang Sering Diputar / Foto: Magnific
Jakarta -

Lagu kerap menjadi sarana untuk meluapkan emosi dan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Terkadang, melodi atau lirik tertentu terasa sangat relevan dengan suasana hati sehingga kita cenderung memutar lagu tersebut berulang kali untuk mendalami perasaan.

Dari kebiasaan tersebut, ternyata ada keterkaitan yang kuat antara lagu dengan kondisi psikologis seseorang. Pilihan genre hingga tempo musik yang kita sukai dapat mencerminkan apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam pikiran kita.

Keterkaitan ini pun telah lama menjadi perhatian besar bagi para pakar psikologi. Banyak ahli yang sepakat bahwa preferensi musik merupakan gambaran dari cara kerja otak dalam memproses emosi yang kompleks.

"Tidak ada kebiasaan manusia yang tidak berkaitan dengan musik. Dan setiap orang memiliki pengalaman yang sangat kuat melalui musik," ujar Elizabeth Margulis, Ph.D., salah satu pakar yang fokus mempelajari tentang persepsi dan kognisi musik.

Advertisement

"Jika Anda benar-benar ingin memahami kognisi manusia, Anda harus melihat keseluruhan prosesnya, dari yang paling dasar hingga yang paling kompleks. Dan dari itu semua, saya menempatkan musik sebagai salah satu indikator teratas," tambahnya.

Pernyataan ini pun didukung oleh hasil studi yang dipublikasikan dalam American Psychological Association pada Maret 2026 lalu.

Penelitian yang berjudul Music and the Mind tersebut mengungkap bahwa musik memiliki kemampuan untuk mengaktifkan berbagai sistem saraf otak secara bersamaan, mulai dari fungsi kognitif, regulasi emosi, hingga pemanggilan memori. Dengan kata lain, jenis lagu yang kita putar sebenarnya menjadi pintu masuk untuk memahami pola pikir dan perilaku manusia lebih dalam.

Lebih lanjut, studi ini juga menyebutkan bahwa musik yang dipilih seseorang ternyata juga mampu mengaktifkan jaringan saraf di otak untuk memproses informasi, mengatur emosi, hingga akhirnya menghasilkan perilaku tertentu. Jaringan ini dikenal sebagai neural circuits.

Inilah alasan mengapa sebuah lagu bisa memberikan dampak emosional yang begitu dalam dan terasa sangat personal bagi pendengarnya. Dalam ilmu psikologi, relevansi ini kerap dimanfaatkan dalam praktik terapi musik untuk memperbaiki suasana hati, meredakan nyeri, hingga mengoptimalkan fungsi kognitif.

Praktik ini pun pernah dibuktikan dalam kasus pemulihan mantan anggota kongres Amerika Serikat, Gabby Giffords, yang sempat mengalami kondisi kritis akibat sebuah insiden penembakan pada tahun 2011 silam.

Untuk memulihkan kondisinya, terapi musik menjadi salah satu metode efektif untuk membantu menyembuhkan jaringan otak yang rusak sehingga Giffords perlahan mampu mendapatkan kembali kemampuan bicaranya.

Terapi ini juga membantunya untuk mempelajari kembali alat musik French horn, instrumen yang pernah ia mainkan saat remaja.

(yoa/yoa)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement