Dari Kisah Nyata, Film 'Cerita Lila' Suguhkan Teror Psikologis
Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan film horor bertajuk Cerita Lila. MVP Pictures selaku rumah produksi baru saja merilis teaser poster sekaligus trailer film terbarunya.
Cerita Lila merupakan film adaptasi kisah nyata dari hasil penelusuran Sara Wijayanto bersama timnya. Kisah ini kemudian ia bagikan di kanal YouTube-nya lewat proyek Diary Mistery Sarah (DMS) dan sukses mencuri atensi jutaan penonton.
Mengusung genre horor psikologis, film ini menyoroti nasib tragis saudara kembar bernama Lila dan Lili yang nyawanya direnggut oleh ibu kandung mereka sendiri.
Di tengah suasana sunyi dan trauma mendalam, arwah Lila terus berkeliaran mencari kembarannya, Lili. Cerita ini menyuguhkan perasaan kehilangan dengan ikatan batin yang emosional sekaligus mencekam.
Bobby Prasetyo selaku sutradara berusaha menciptakan atmosfer penuh ketegangan dalam Cerita Lila dengan menghadirkan teror psikologis yang lahir dari sebuah peristiwa traumatis.
"Seramnya bukan hanya berasal dari setan aja, tapi ada tragedi keluarga yang sangat besar. Dan itu mungkin lebih horor ya karena kita ga bisa escape dari tragedi itu," ujarnya saat ditemui InsertLive di kawasan kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (6/5).
Dengan menggaet Amrit Punjabi sebagai produser, Bobby mengaku sangat senang dan menikmati proses syuting bersama semua pihak yang terlibat, meski ini merupakan pengalaman perdananya bekerja sama dengan mereka semua. Ia juga berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal yang baik untuk proyek selanjutnya.
Di sisi lain, Amrit menjelaskan bahwa cerita dari karakter Rahma menjadi unsur yang memperluas dan memperkuat isi narasi sehingga akhirnya kisah Lila ini dipilih untuk diangkat ke layar lebar.
"Karena Cerita Lila bukan cuma ada di YouTube-nya, tapi ada cerita Rahmanya juga dari buku Wingit itu. Jadi menurut pengetahuan saya, cerita itu bisa dibilang lebih luas dan source materialnya lebih banyak," jelasnya.
Ia juga membagikan perasaannya ketika membaca cerita tentang Rahma yang sangat tragis. Menurutnya, perpaduan antara kisah Rahma dan tragedi Lila menjadi kelebihan yang kuat dari film ini karena menampilkan dua sudut pandang yang berbeda.
Adaptasi kisah Lila juga tidak lepas dari rekomendasi Sara Wijayanto itu sendiri. Kesedihan mendalam yang tersimpan dari kisah tersebut membuatnya secara personal memilih cerita Lila untuk diangkat lebih dulu daripada kisahnya yang lain.
"Kita sempat ngobrol juga di kantor kayak yang mana dulu nih dan memang rekomendasi pertamanya dari Sara juga Cerita Lila. Dia bilang memang ini ceritanya sedih banget," tambahnya.
Sara Wijayanto juga mengungkapkan rasa terima kasih mendalam karena hasil penelusurannya itu akhirnya berhasil menjadi sebuah karya. Ia juga mengaku sangat tersentuh dengan totalitas para pemain yang bekerja dengan penuh hati dan dedikasi setelah melalui proses yang cukup panjang.
"Waktu itu setelah nonton preview, aku message mereka satu-satu. Aku bilang terima kasih banget karena kerasa kalau (mereka) melakukan sesuatu pakai hati. Dengan memainkan karakter dari matanya itu nyampe ke sini. Thank you so much," ujarnya.
Sara Wijayanto pun turut mengambil peran dalam film ini. Deretan aktor dan aktris berbakat lainnya ikut membintangi Cerita Lila, mulai dari Lutesha, Shareefa Daanish, Firzana Alya, Myesha Lin, Zulfa Maharani, hingga Wisnu Hardana.
Film Cerita Lila dijadwalkan tayang secara serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 18 Juni 2026.
(Astrid Riyani/kpr)