Jangan Salah Pilih, Arah Rumah Terbaik Ternyata Bukan ke Timur
Banyak orang mengira rumah yang menghadap ke timur adalah pilihan terbaik karena mendapat sinar matahari pagi. Tapi ternyata, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
Saat membeli atau membangun rumah, arah hadap memang jadi hal penting. Salah memilih arah bisa membuat rumah terasa lebih panas dan kurang nyaman untuk ditinggali.
Menurut Direktur Home-Works, Wahyu Achadi, arah rumah yang paling ideal di Indonesia justru bukan ke timur atau barat.
"Untuk mengoptimalkan kenyamanan, hadap rumah di Indonesia sebaiknya ke arah utara-selatan," kata Wahyu Achadi dilansir dari detikcom.
Ia menjelaskan, rumah yang langsung menghadap arah matahari terbit atau terbenam akan lebih sering terkena sinar matahari secara langsung, sehingga suhu di dalam rumah bisa meningkat.
"Terpapar sinar matahari langsung cukup lama akan membuat suhu udara di dalam rumah panas," lanjutnya.
Rumah Tetap Butuh Sinar Matahari
Meski begitu, bukan berarti rumah harus sepenuhnya terhindar dari sinar matahari. Arsitek Denny Setiawan menegaskan bahwa cahaya matahari tetap penting untuk kesehatan.
Sinar matahari bisa berfungsi sebagai disinfektan alami yang membantu membunuh bakteri di dalam rumah. Selain itu, pencahayaan alami juga membuat rumah terasa lebih sehat dan nyaman.
Solusinya, meskipun rumah menghadap utara atau selatan, tetap buat bukaan di sisi timur atau barat agar cahaya bisa masuk tanpa membuat ruangan terlalu panas.
Kalau Rumah Terlanjur Menghadap Timur atau Barat?
Tidak perlu khawatir. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi panas berlebih di dalam rumah:
1. Pasang kisi-kisi
Kisi-kisi atau ventilasi tambahan bisa membantu menyaring sinar matahari yang terlalu terang, sekaligus menjaga sirkulasi udara tetap lancar.
"Cahaya yang silau bisa dihambat dengan keberadaan kisi-kisi sebagai secondary skin pada bagian dinding terluar yang akan menyaring sinar matahari," jelas Wahyu.
2. Tanam pohon di sekitar rumah
Menanam pohon bisa membantu menghalangi sinar matahari langsung. Pilih pohon yang tumbuh tinggi dengan daun tidak terlalu lebar seperti palem, bambu, atau pucuk merah.
"Fungsi pohon ini juga bukan hanya menahan sinar matahari, tapi juga menyerap polusi, penyedia oksigen, hingga buffer suara dari luar," tambah Wahyu.
3. Gunakan tanaman rambat
Jika tidak punya lahan luas, tanaman rambat bisa jadi alternatif. Selain menahan panas, tanaman ini juga mempercantik tampilan rumah. Namun, tetap perlu dirawat agar tidak terlihat berantakan.
4. Maksimalkan area teras
Membuat teras dengan atap tambahan juga bisa membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah. Tambahkan tanaman dalam pot agar udara yang masuk terasa lebih sejuk.
"Dengan banyak tanaman di teras juga membuat udara yang masuk ke dalam rumah lebih segar," jelas Wahyu.
(yoa/fik)