Wajib Dicoba! Ini 7 Kebiasaan Kerja Tanpa Bikin Burnout
Di tengah budaya kerja yang memuja kesibukan tanpa henti, banyak orang mulai merasa lelah alias burnout karena tak tahu kapan harus berhenti atau memulai waktu kerja dengan baik.
Padahal, produktif tidak selalu berarti sibuk sepanjang waktu karena ada sejumlah kebiasaan kerja sederhana yang bisa membantu seseorang mengambil kendali hidup tanpa harus mengorbankan kesehatan mental.
Melansir dari Times of India, berikut tujuh cara kebiasaan kerja tanpa harus menjadi burnout.
1. Jangan Langsung Buka Email di Pagi Hari
Kebiasaan kecil ini sering dianggap sepele, padahal membuka email di pagi hari justru membuat seseorang langsung berada dalam mode reaktif. Gunakan waktu awal hari untuk pekerjaan yang lebih bermakna, bukan sekadar membalas pesan.
2. Kurangi Buka Sosmed
Notifikasi yang terus muncul bisa menguras fokus. Karena itu, membatasi waktu membuka aplikasi atau pesan menjadi langkah penting. Dengan begitu, pekerjaan bisa dilakukan lebih dalam dan tidak terpecah-pecah.
3. Biasakan Bertanya 'Kenapa' Sebelum 'Bagaimana'
Banyak orang terjebak mengerjakan hal-hal yang sebenarnya tidak penting. Dengan bertanya 'mengapa tugas ini perlu dilakukan?', seseorang bisa menyaring prioritas dan menghindari pekerjaan yang tidak memberi dampak besar.
4. Membuat 'To-Don't List'
Jika to-do list berisi daftar pekerjaan, maka to-don't list adalah daftar hal yang sebaiknya dihindari. Cara ini membantu fokus pada hal yang benar-benar penting dan mengurangi beban kerja yang tidak perlu.
5. Menutup Hari dengan Ritual Singkat
Menjelang akhir hari kerja, meluangkan waktu sekitar lima menit untuk merapikan pikiran dapat membantu mengurangi beban mental. Kebiasaan ini membuat otak lebih 'lega' saat beristirahat.
6. Tidak Terjebak Urgensi Palsu
Tidak semua hal yang terlihat mendesak benar-benar penting. Hal ini karena akan muncul tekanan datang dari 'false urgency' yang sebenarnya bisa ditunda atau diatur ulang.
7. Lakukan Evaluasi Secara Berkala
Kebiasaan terakhir adalah melakukan 'life audit' mingguan dan mulai mengevaluasi apakah cara kerja saat ini masih selaras dengan tujuan hidup. Ini membantu menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi.
(dis/fik)