Advertisement

Penelitian Ungkap Alasan Kucing Sering Tak Menghabiskan Makanannya

Insertlive | Insertlive
Kucing
Penelitian Ungkap Alasan Kucing Sering Tak Menghabiskan Makanannya (Foto: Tika - insertlive.com)
Jakarta -

Kucing dikenal sebagai hewan peliharaan yang manja sekaligus pemilih, terutama dalam urusan makanan. Tak jarang, pemilik kucing dibuat heran ketika makanan yang sudah disajikan dengan penuh perhatian justru dibiarkan tersisa di mangkuk.

Para peneliti di Jepang mengatakan bahwa alasan kucing sering meninggalkan makanan di mangkuknya tidak semata-mata karena mereka sudah kenyang.

Dalam riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology & Behavior, para peneliti menemukan keterlibatan penciuman dalam menentukan seberapa banyak kucing makan.

Percobaan dilakukan terhadap 12 kucing peliharaan. Kucing-kucing itu tidak diberi makan selama 16 jam. Setelah 'berpuasa', 12 kucing tersebut diberi makanan kering dalam enam putaran, setiap hidangan disajikan selama 10 menit.

Advertisement

Ketika kucing terus-menerus diberi jenis makanan yang sama, jumlah yang mereka makan secara bertahap berkurang dari satu putaran ke putaran berikutnya.

Namun, ketika makanan yang baru atau memiliki aroma berbeda disajikan, nafsu makan mereka meningkat kembali, bahkan ketika jenis makanannya sama secara fisik seperti sebelumnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa kucing tidak berhenti makan hanya karena perut mereka sudah penuh. Naluri makan kucing tampaknya dipengaruhi oleh habituasi penciuman, yaitu ketika kucing mulai terbiasa dengan aroma yang sama, sehingga menurunkan motivasi mereka untuk melanjutkan makan, dan saat aroma baru diperkenalkan, motivasi itu bisa kembali.

Para peneliti menjelaskan bahwa hal ini mirip dengan perilaku manusia, di mana jika kita mengonsumsi makanan yang sama berulang kali, selera kita bisa menurun.

Dalam studi ini, ketika kucing diberi lima kali makan dari makanan yang sama, jumlah yang mereka makan menurun. Namun begitu makanan baru atau aromanya diperkenalkan pada putaran keenam, mereka makan lebih banyak lagi.

Riset lebih lanjut juga menunjukkan bahwa sekadar aroma yang berbeda bisa mengembalikan nafsu makan kucing, meskipun makanan dasarnya tetap sama. Sebaliknya, paparan aroma yang sama secara terus-menerus, bahkan di antara putaran makan, membuat nafsu makan berkurang lebih cepat.

(KHS/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement