Advertisement

Mengenal Rapa Nui, Pulau Terpencil dan Terisolasi di Dunia

kpr | Insertlive
Pulau Paskah
Mengenal Rapa Nui, Pulau Terpencil dan Terisolasi di Dunia / Foto: Freepik
Jakarta -

Pulau Paskah atau yang dikenal juga dengan Rapa Nui, merupakan sebuah pulai kecil berpenghuni paling terisolasi di dunia. Pulau ini memiliki budaya kuno di tengah Samudra Pasifik.

Dalam pulau terpencil ini, terdapat moai, patung batu raksasa yang hingga saat ini kontruksinya masih menjadi misteri. Terdapat 887 moai yang tersebar di Pulau Paskah ini.

Salah satu destinasi wisata yang ditawarkan dari pulau ini adalah Rano Karaku, tambang batu vulkanik tempat moai dipahat. Tak hanya itu, ada pula gunung berapi Rano Kau di sebelah Orongo, situs upacara kultus kuno manusia burung.

Selain itu, pulau ini juga menyuguhkan Pantai Anakena yang indah, cocok untuk menikmati waktu beristirahat dan menyelam. Pada bulan Februari, ada Festival Tapati, budaya Rapa Nui.

Advertisement

Penduduk Rapa Nui merupakan orang Polinesia, seperti Hawaii, Tahiti, dan Maori Selandia Baru. Sementara bahasa yang digunakan penduduk adalah bahasa Spanyol dan Rapa Nui.

Bahasa Rapa Nui merupakan bahasa asli pulau ini, sama seperti bahasa Bahawii dan Tahiti. Pendapatan utama penduduk pulau ini diperoleh dari pariwisata.

Sementara mata uang yang digunakan adalah peso Chili (CLP). Namun, dolar AS juga masih diterima oleh penduduk Pulau Paskah.

Biaya untuk membeli makanan, minuman, transportasi, hingga penginapan di pulau ini cukup tinggi. Hal ini dikarenakan letaknya yang terpencil, sehingga semuanya harus dikirim dari luar.

Untuk menuju pulau ini, wisatawan bisa menggunakan pesawat dan mendarat di Bandara Internasional Mataveri Rapa Nui. Ini juga menjadi bandara terkecil di dunia.

Bandara ini hanya terhubung dengan Bandara Arturo Merino Benítez di Santiago de Chile (SCL), yang terletak pada jarak 3759 km. Sementara landasan pacu Bandara Rapa Nui hanya sepanjang 3.300 meter. NASA menjadikan bandara ini untuk pendaratan darurat pesawat Space Shuttle.

Penerbangan dari Santiago de Chile ke Rapa Nui menempuh waktu sekitar 5 jam 40 menit untuk perjalanan pergi. Sementara untuk perjalanan pulang sedikit lebih singkat, 4 jam 45 menit karena pengaruh angin.

Harga tiket ke Pulau Paskah dari Santiago de Chile, menggunakan kelas ekonomi, bervariasi tergantung tanggalnya, mulai dari US$ 350 (setara Rp5,9 jutaan) di musim sepi, dengan pemesanan beberapa minggu atau bulan sebelumnya.

Jika pada musim ramai atau sesaat sebelum perjalanan, harganya bisa mencapai hingga US$ 1000 (setara Rp16,9 jutaan). Sementara untuk harga kelas bisnis atau eksekutif sekitar US$ 800 (setara Rp13,5 jutaan) hingga lebih dari US$ 3000 (setara Rp50,9 jutaan) pada periode permintaan tertinggi.

(kpr/kpr)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement