Advertisement

10 Model Rumah Desa Sederhana tapi Modern

Astrid Riyani Atmaja | Insertlive
Ilustrasi Rumah
10 Model Rumah Desa Sederhana tapi Modern (Foto: dok. Freepik)
Jakarta -

10 Model Rumah Desa Sederhana tapi Modern

Konsep hunian pedesaan kini telah bertransformasi mengikuti perkembangan zaman dan semakin relevan bagi masyarakat modern. Rumah tidak lagi dipandang sebagai sekadar bangunan, tetapi juga ruang untuk beraktivitas dan beristirahat dengan nyaman. Di tengah padatnya suasana perkotaan, model rumah desa yang minimalis kini mulai dilirik oleh masyarakat.

Desain rumah desa membawa suasana slow living ke dalam hunian sehingga sangat ideal menjadi tempat pelarian untuk melepas penat dari kesibukan harian.

Meski berdiri di lahan yang tidak terlalu luas, bangunan tetap terlihat kekinian tanpa kehilangan sisi modernnya. Bagi Insertizen yang sedang mencari desain hunian slow living, 10 model rumah desa berikut bisa dijadikan referensi. Simak informasi selengkapnya dalam artikel ini.


1. Rumah Letter L

Sesuai dengan namanya, rumah dengan model ini mengusung bangunan menyerupai pola huruf L. Dua bangunan bertemu secara tegak lurus untuk memaksimalkan fungsi lahan. Bagian depannya dirancang sedikit menjorok sehingga menyisakan taman terbuka untuk mendukung aktivitas luar ruangan dan tetap memberikan kesan minimalis dari luar.

Advertisement

Satu sisi bangunannya bisa dimanfaatkan untuk ruang berkumpul keluarga, tamu, dan dapur. Sedangkan sisi lainnya dapat dimanfaatkan khusus untuk kamar tidur dan kamar mandi. Dengan memisahkan area tidur di sayap bangunan yang berbeda, ketenangan saat beristirahat jadi lebih terjaga karena posisinya jauh dari kebisingan ruang tamu atau dapur.


2. Rumah dengan Dua Akses

Model rumah ini dirancang dengan memiliki dua akses masuk yang berbeda, yaitu dari depan dan samping atau belakang. Jalur depan biasanya langsung terhubung dengan ruang tamu sehingga bisa digunakan sebagai akses formal untuk menerima tamu. Sementara jalur samping atau belakang yang langsung terhubung dengan dapur dapat digunakan sebagai jalur keluar masuk aktivitas rumah tangga.

Pemisahan dua akses ini juga memungkinkan pembagian area basah dan kering menjadi lebih tertata. Di dekat jalur masuk samping atau belakang dapat ditempatkan fasilitas pendukung seperti area cuci jemur yang letaknya strategis. Hal ini sangat memudahkan penghuni untuk membersihkan diri atau menaruh barang bawaan setelah beraktivitas dari luar tanpa mengganggu aktivitas di ruang utama.


3. Rumah Model Koridor Tengah

Rumah desa dengan model ini memiliki jalur utama di bagian tengah yang membagi bangunan menjadi dua sisi secara simetris, sedangkan koridor berdiri sebagai jalur penghubung utama setiap ruangannya. Koridor tengah ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat kumpul untuk menerima tamu.

Di sepanjang koridor, penempatan jendela dan ventilasi bisa memungkinkan cahaya matahari yang masuk menjangkau seluruh ruangan secara merata. Kamar tidur biasanya diletakkan berderet di salah satu sisi, sementara sisi lainnya difungsikan untuk dapur atau kamar mandi.


4. Rumah Satu Ruang (Open Plan)

Rumah model ini didesain dengan menggabungkan seluruh ruangan menjadi satu area besar tanpa sekat permanen seperti dinding dan pintu. Pembagian antarruang biasanya hanya dibatasi oleh fasilitas yang ada, seperti lemari, meja, atau perbedaan warna lantai.

Area kamar tidur biasanya diletakkan di bagian belakang untuk menjaga privasi penghuni. Untuk di sisi samping bisa dimanfaatkan menjadi area cuci dan jemur dengan akses langsung dari dapur. Tata ruang seperti ini membuat interior rumah yang mungil sekalipun tetap terasa luas, lega, dan tidak pengap.


5. Rumah Zona Depan dan Belakang

Rumah dengan model seperti ini terbagi menjadi dua zona berbeda dengan pemisah di bagian tengahnya. Zona depan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas formal seperti menjamu tamu, sementara zona belakang digunakan untuk aktivitas yang privat.

Kedua zona ini tidak dipisahkan oleh tembok, melainkan oleh pemisah alami seperti tangan kecil di tengah rumah tamu atau bukaan jendela yang besar. Fasilitas pemisah di tengah ini dapat berfungsi sebagai akses sirkulasi udara sehingga semua ruangan dapat terasa segar.


6. Rumah Teras Samping

Rumah model ini menempatkan teras di bagian depan samping sebagai ruang tambahan untuk aktivitas ringan, seperti bersantai atau menikmati kopi sambil. Di sisi lain, tetap terdapat teras utama yang memiliki akses langsung dengan ruang tamu.

Pembagian fasilitas ruangan di dalamnya tetap tertata rapi dan merata, mulai dari penempatan kamar tidur, dapur, hingga kamar mandi yang fungsional. Keberadaan teras samping dapat difungsikan untuk menerima tamu tanpa mengganggu privasi di dalam rumah.


7. Rumah dengan Jalur Samping

Rumah model ini didesain dengan memiliki jalur di bagian sisi samping lahannya. Jalur ini berfungsi sebagai akses yang sangat fungsional karena menghubungkan bagian depan dan belakang rumah. Dengan begitu, penghuni bisa masuk langsung ke rumah tanpa harus mengganggu aktivitas di ruang tamu.

Selain sebagai penghubung, jalur samping juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat jemur pakaian atau menempatkan tanaman. Keberadaan jalur ini membuat hunian terasa jauh lebih asri dan menenangkan.


8. Rumah dengan Kebun Samping

Kalau sebelumnya sisi samping diletakkan jalur penghubung, kali ini sisi sampingnya difungsikan sebagai kebun yang asri. Area ini dapat dimanfaatkan untuk menanam kebutuhan harian, seperti cabai, bawang, atau tanaman herbal. Hasil tanamannya bisa langsung dibawa ke dapur melalui akses samping yang terhubung langsung.

Dengan adanya akses langsung ini, dapur tidak lagi terasa pengap karena sirkulasi udara dan aroma masakan bisa langsung terbuang ke area kebun samping rumah. Selain fungsional, keberadaan kebun samping ini juga dapat mempercantik pemandangan rumah.


9. Rumah dengan Halaman Belakang

Model rumah ini menempatkan area terbuka di bagian belakang sehingga lebih terasa privat karena tersembunyi dari pandangan orang luar. Dengan begitu, penghuni rumah bisa melakukan aktivitas rumah tangga dengan nyaman, seperti mencuci dan menjemur.

Halaman belakang ini juga berfungsi sebagai fasilitas ruang terbuka pribadi yang sangat multifungsi. Penghuni rumah bisa memanfaatkannya sebagai taman bermain anak, area berkebun, atau bahkan tempat berkumpul keluarga untuk acara makan bersama di udara terbuka.


10. Rumah dengan Ruang Tengah Utama

Model rumah ini memiliki satu ruang besar di bagian tengah sebagai pusat aktivitas. Ruangan tengah ini berfungsi sebagai tempat berkumpul yang nyaman sekaligus ruang makan yang menyatukan seluruh anggota rumah.

Fasilitas lainnya, seperti kamar, kamar mandi, dan dapur didesain mengelilingi ruang tengah ini. Sirkulasi udara dan cahaya yang masuk dari jendela ruang tengah bisa mengalir lebih bebas ke seluruh ruangan, membuat suasana di dalam hunian terasa segar, terang, dan tidak sumpek.



(Astrid Riyani Atmaja/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement