Sungai Eufrat Diprediksi Mengering pada 2040, Begini Penjelasannya
Sungai Eufrat dan Tigris merupakan aliran sungai yang selama ribuan tahun telah menjadi penompang peradaban di Timur Tengah. Namun, diperkirakan aliran sungai Eufrat dan Tigris akan mengering pada tahun 2040.
Tentu saja peringatan soal akan mengeringnya sungai Eufrat dan Tigris, mengingatkan dengan sabda Rasulullas saw. dalam sebuah hadits mengenai tanda-tanda akhir zaman.
Dalam artikel berjudul Water Scarcity and Environmental Peacebuilding Lens in Southern Iraq karya Ali Al-Bayaa dan Mustofa Mashhad, Sungai Eufrat dan Tigris merupakan sumber air utama bagi negara Irak.
Kedua sungai ini bermula dari Turki dan mengalir melalui Suriah sebelum akhirnya melewati Irak. Turki dan Suriah menyumbang 90 persen dan 10 persen dari sungai Eufrat. Sementara Irak, Turki, dan Iran, masing-masing menyumbang 51 persen, 40 persen, dan 9 persen dari Sungai Tigris.
Hal tersebut membuat sungai-sungai ini rentan terhadap berbagai faktor, seperti proyek pembangunan di hulu, penjatahan, dan pengalihan air yang tidak adil, serta ketegangan kuota air dengan negara-negara tetangga.
Masalah ini semakin diperparah dengan meningkatnya permintaan air di tengah pertumbuhan penduduk Irak yang pesat, sehingga memberikan tekanan signifikan pada sumber daya yang sudah terbatas.
Aliraan air ke Irak mulai berkurang sejak Turki dan Suriah mengembangkan proyek-proyek hidrolik di Sungai Eufrat dan Tigris pada tahun 1970-an. Akibatnya, pasokan untuk irigasi, air minum, dan keperluan industri jadi terganggu.
Akibat kondisi yang terjadi, para ahli memperkirakan pada tahun 20230 sungai Eufrat dan Tigris akan menyusut hingga 50 persen. Tak hanya itu, kedua sungai ini juga diprediksi akan mengering pada tahun 2040.
Umat Muslim mempercayai surutnya sungai Eufrat sebagai tanda akhir zaman. Seperti yang dijelaskan dalam kitab An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim karya Ibnu Katsir yang diterjemahkan oleh Ali Nurdin, dalam Islam, mengeringnya Sungai Eufrat sebagai salah satu tanda besar kiamat.
Rasulullah saw. juga telah memperingatkan bahwa ketika sungai Eufrat mengering, maka akan muncul gunung emas. Pada saat itu, segerombolan orang akan berebut mengumpulkan emas tersebut.
Diriwayatkan dari Quraibah, dari Ya'qub bin Abdirrahman, dari Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"Kiamat tidak akan terjadi sampai Sungai Eufrat memperlihatkan gunung emas. Orang-orang saling membunuh demi emas tersebut sehingga setiap seratus orang, terbunuh sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka berkata, 'Mudah-mudahan aku orang yang selamat'." (HR Muslim).
(kpr/and)