Advertisement

Respons Dispar Badung Usai Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia'

Insertlive | Insertlive
WNA kritik Bali
Respons Dispar Badung Usai Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia' (Foto: TikTok @adine_cass)
Jakarta -

Dinas Pariwisata Badung menanggapi kritik seorang warga negara asing (WNA) terhadap Pulau Bali. Kritik tersebut disampaikan seorang wanita Bule melalui video yang diunggah di TikTok pribadinya @adine_cass.

Dalam video tersebut, wanita tersebut mengatakan Bali adalah tempat yang buruk untuk dikunjungi. Ia bahkan menyebut bali sebagai neraka di dunia.

"Percayalah padaku, jangan pernah datang ke Bali. Aku jamin pulau sialan ini adalah neraka di dunia," kata bule tersebut dalam video yang kini sudah diputar lebih dari 1,6 juta kali.

Ada beberapa alasan yang membuatnya berkata demikian. Menurutnya, kondisi jalanan di Bali banyak yang hancur, sehingga mengganggu kenyamanan.

Advertisement

Ia juga mengaku hampir menjadi korban penipuan ketika menukar uang di gerai penukaran uang. Dengan pengalaman tidak menyenangkan itu, sang wanita bule bahkan meragukan Bali sebagai salah satu destinasi spiritual yang menenangkan.

"Semuanya rumit di sini, benar-benar mengerikan. Jalan-jalannya hancur total," ungkapnya.

"Tiga kali aku menukar uang, tiga kali juga mereka mencoba menipuku. Katanya ini pulau spiritualitas dan karma, tapi persetan dengan karma," tambahnya.

Wanita tersebut juga mengaku kecewa dengan makanan di Bali yang menurutnya membosankan karena hanya menyajikan hidangan nasi dan ayam.

Selain itu, ia memiliki kesan yang kurang baik ketika bermalam di sebuah penginapan tanpa pelayanan dan fasilitas yang layak.

"Jujur aku sudah tidak tahan lagi, bayangkan masuk kamar tidak ada Wi-Fi dan tidak ada tisu toilet. Cuma ada satu gulungan kosong, apa mereka sedang menertawakanku atau bagaimana?" ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Badung I Nyoman Rudiarta kemudian memberikan responsnya terhadap kritik dan keluhan wanita bule tersebut.

Menurutnya, siapa pun berhak mengutarakan pendapat di media sosial dan yang dapat dilakukan pemerintah adalah menjadikan kritik tersebut sebagai bahan evaluasi untuk berbenah diri.

"Nah, kalau kita melihat itu, kita ambil hikmah ya, hikmah positif bagi kita di pemerintah daerah bahwa dengan kebebasan saat ini apalagi di media sosial ya kita harus berbenah diri. Kita harus berbenah diri tetapi kita berbuat sesuai dengan tupoksi kita masing-masing," kata Rudiarta, seperti yang diberitakan detiktravel, Selasa (10/3).

Rudiarta juga berharap para pemangku kepentingan dan influencer memberikan pandangan positif untuk menjaga citra pariwisata Bali, khususnya Badung.

Pemerintah Kabupaten Badung sendiri sedang melakukan berbagai perbaikan seperti pembenahan infrastruktur, penanganan sampah, kemacetan, kriminalitas, serta peningkatan layanan publik.

Ia menegaskan bahwa pariwisata merupakan sektor utama Badung yang menjadi sumber ekonomi sekitar 60 persen masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah telah membuat berbagai kebijakan strategis untuk mengatasi masalah seperti kemacetan dan banjir.

Rudiarta juga mengajak masyarakat, pengusaha, dan pelaku pariwisata untuk bersama-sama berbenah serta meningkatkan kesadaran menjaga keamanan dan kenyamanan demi keberlanjutan ekonomi Bali.

(KHS/arm)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement