Advertisement

Mengenal AI Buatan Indonesia yang Bisa Pakai Bahasa Daerah

INSERTLIVE | Insertlive
Sahabat-AI
Mengenal AI Buatan Indonesia yang Bisa Pakai Bahasa Daerah/Foto: InsertLive
Jakarta -

Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan saat ini mendominasi berbagai sektor vital dunia. Berbagai negara di dunia berlomba-lomba menciptakan AI mereka sendiri dengan keunggulan masing-masing.

Indonesia pun tak mau ketinggalan untuk mengembangkan AI buatan anak bangsa. Melalui kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) dan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat or IOH), Sahabat-AI sebagai sebuah platform AI berbasis aplikasi resmi diluncurkan.

Sebagai platform AI yang dibangun untuk Indonesia, Sahabat-AI terbuka dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, mulai dari pelajar, kreator, pelaku usaha, hingga institusi publik.

Lebih dari sekadar inovasi teknologi, Sahabat-AI dirancang sebagai sahabat digital bagi seluruh masyarakat Indonesia yang benar-benar memahami cara kita berbicara, hidup, dan terhubung.

Advertisement

"Teknologi harus membuka akses bagi siapa pun, di mana pun, tanpa terhalang perbedaan bahasa maupun budaya. Karena itu, kita membutuhkan AI yang benar-benar Paling Indonesia, dibangun dengan bahasa kita, nilai budaya kita, serta kepentingan bangsa. Platform ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghadirkan teknologi yang relevan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat," ungkap Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (25/2).

Dikenal sebagai 'Si Paling Indonesia', Sahabat-AI mengakar kuat pada kekayaan bahasa lokal, budaya, dan konteks Indonesia, serta diperkuat oleh teknologi kelas dunia untuk menghadirkan AI yang semakin paling mengerti dan dekat dengan keseharian masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Untuk memastikan penggunaan yang aman dan bertanggung jawab, Sahabat-AI juga dibangun dengan guardrails berlapis yang selaras dengan norma sosial, nilai budaya, serta standar etika di Indonesia.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memerangi konten negatif dan menjaga ruang digital nasional yang sehat. Mekanisme ini membantu menjaga interaksi tetap aman, melindungi pengguna, serta merawat ruang digital Indonesia, sambil tetap mendorong inovasi berkembang secara bertanggung jawab.

"Dengan menjadikan Sahabat-AI terbuka, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan secara luas, kami menghadirkan fondasi inovasi yang dapat digunakan oleh individu, startup, pelaku usaha, maupun institusi publik di seluruh penjuru negeri," tutur Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison.

(dia/dia)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement