Advertisement

15 Menu Sahur Sehat yang Bikin Puasa Lancar dan Tak Bikin Ngantuk

Steffy Gracia | Insertlive
Nasi Kuning di Jakarta
15 Menu Sahur Sehat yang Bikin Puasa Lancar dan Tak Bikin Ngantuk (Foto: instagram)
Jakarta -

15 Menu Sahur Sehat yang Bikin Puasa Lancar dan Tak Bikin Ngantuk

Sahur menjadi waktu makan penting selama Ramadan karena menentukan energi tubuh seharian penuh. Namun, tidak sedikit yang justru merasa cepat mengantuk, lemas, bahkan sulit fokus setelah berpuasa, padahal sudah makan saat sahur.

Tanpa disadari, jenis makanan yang dikonsumsi bisa menjadi penyebabnya. Ada beberapa menu sahur yang terasa mengenyangkan, tetapi justru membuat tubuh mudah kehilangan energi dan memicu rasa kantuk berlebihan.

Sebelum menyiapkan santapan dini hari, Hindari makanan yang bikin lemas dan kantuk.  Dan simak menu sahur sehat agar puasa tetap lancar!

1. Nasi Kuning Cakalang

Nasi kuning dikenal sebagai hidangan khas Nusantara yang kaya rasa dan aroma rempah. Warna kuning dari kunyit tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mengandung senyawa antiinflamasi alami yang baik untuk tubuh. Ketika disajikan dengan suwiran ikan cakalang asap, menu ini terasa gurih tanpa perlu tambahan penyedap berlebihan.

Advertisement

Sebagai menu sahur, nasi kuning cakalang cocok dikonsumsi dalam porsi wajar agar tidak terlalu berat. Protein dari ikan membantu menjaga rasa kenyang lebih lama, sementara karbohidrat dari nasi menjadi sumber energi utama untuk beraktivitas selama puasa.

2. Nasi Merah dengan Lauk Protein dan Sayuran

Nasi merah merupakan sumber karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat dibanding nasi putih. Proses pencernaan yang lebih lama membuat energi dilepaskan secara bertahap, sehingga tubuh tidak cepat merasa lemas selama puasa.

Jika dipadukan dengan lauk berprotein seperti ayam panggang, telur, atau ikan, serta tambahan sayuran, menu ini menjadi paket sahur yang seimbang. Serat dari sayuran membantu pencernaan tetap lancar, sementara protein menjaga massa otot dan stamina.

3. Tumis Brokoli dan Udang

Hidangan ini sederhana tetapi kaya nutrisi. Brokoli dikenal sebagai sayuran tinggi serat dan vitamin C, sedangkan udang menjadi sumber protein rendah lemak yang membantu menjaga energi tetap stabil.

Proses memasaknya pun cepat, cukup ditumis dengan bawang putih dan sedikit minyak. Menu ini cocok untuk sahur karena terasa ringan di perut namun tetap mengenyangkan, apalagi jika disajikan bersama nasi hangat secukupnya.

4. Buah-buahan yang Mengandung Banyak Air

Asupan cairan saat sahur sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Buah seperti semangka, melon, dan jeruk mengandung banyak air sekaligus vitamin yang membantu menjaga daya tahan tubuh.

Buah bisa dikonsumsi langsung atau dijadikan salad sederhana tanpa tambahan gula berlebih. Dengan hidrasi yang cukup sejak sahur, risiko rasa lemas dan pusing di siang hari dapat diminimalkan.

5. Tumis Kangkung Tempe

Tumis kangkung tempe merupakan hidangan rumahan yang sederhana dan akrab di lidah banyak orang. Perpaduan sayur hijau segar dengan tempe yang gurih membuat menu ini terasa ringan namun tetap memuaskan untuk sahur.

Kangkung mengandung zat besi yang membantu menjaga tubuh dari risiko lemas akibat kekurangan darah ringan, terutama saat berpuasa. Sementara tempe sebagai sumber protein nabati memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu menjaga energi tetap stabil. Ditumis dengan bawang putih, bawang merah, dan sedikit cabai, menu ini tidak hanya praktis dibuat, tetapi juga pas sebagai lauk pendamping nasi hangat saat sahur.


6. Sandwich Roti Gandum

Menu selanjutnya ada sandwich roti gandum. Roti gandum mengandung serat lebih tinggi dibanding roti putih, sehingga membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Isiannya bisa disesuaikan dengan bahan berprotein seperti telur, ayam, tuna, atau selai kacang, ditambah sayuran segar.

Menu ini praktis karena bisa disiapkan sebagian sejak malam. Selain menghemat waktu, kombinasi karbohidrat kompleks dan protein membuat energi tetap stabil hingga siang hari.

7. Capcay

Capcay merupakan hidangan yang terdiri dari beragam sayuran dalam satu sajian. Sayuran seperti wortel, sawi, kembang kol, hingga buncis memberikan serat dan vitamin yang lengkap.

Jika ditambahkan ayam atau bakso sebagai sumber protein, capcay menjadi menu sahur yang seimbang. Teksturnya ringan, tetapi kandungan nutrisinya membantu tubuh tetap segar selama puasa.

8. Overnight Oatmeal

Overnight oatmeal cocok bagi yang ingin sahur praktis tanpa memasak di pagi hari. Oat bisa direndam dengan susu atau yogurt semalaman di kulkas hingga teksturnya lembut.

Kandungan serat pada oat juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga tidak mudah lapar. Tambahan buah dan kacang juga bisa membuat menu ini semakin kaya vitamin dan protein.

9. Bubur Kacang Hijau

Bubur kacang hijau menjadi pilihan sahur yang menghangatkan sekaligus mengenyangkan. Kacang hijau mengandung protein nabati dan serat yang membantu energi bertahan lebih lama.

Agar tetap sehat, gunakan gula secukupnya dan santan rendah lemak. Menu ini cocok sebagai variasi sahur yang berbeda dari nasi, tetapi tetap memberi asupan nutrisi yang cukup.

10. Sayur Bening Bayam dan Jagung

Menu selanjutnya ada sayur bening bayam dan jagung. Hidangan ini ringan, mudah dibuat, dan cocok untuk sahur sederhana. Kandungan zat besi pada bayam membantu suplai oksigen ke seluruh tubuh, sementara jagung menambah energi alami.

Selain praktis, menu ini tidak memberatkan perut, sehingga cocok bagi yang lebih nyaman sahur dengan makanan berkuah dan tidak terlalu berminyak.


11. Oatmeal dengan Buah dan Kacang

Selanjutnya bagi yang ingin sahur praktis tetapi tetap bernutrisi, oatmeal bisa menjadi pilihan yang tidak membosankan. Teksturnya lembut dan mudah dicerna, sehingga cocok dikonsumsi saat dini hari ketika nafsu makan belum sepenuhnya muncul.

Oat mengandung karbohidrat kompleks dan serat tinggi yang membantu energi dilepaskan secara bertahap. Saat dipadukan dengan potongan buah segar dan taburan kacang, menu ini menjadi lebih lengkap karena ada tambahan vitamin, mineral, protein, serta lemak sehat. Kombinasi tersebut membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan membantu tubuh tetap fokus selama berpuasa.

12. Telur Rebus Bayam

Menu sederhana sering kali justru paling efektif untuk sahur. Telur rebus dan bayam adalah contoh hidangan rumahan yang mudah dibuat namun kaya manfaat. Rasanya ringan, tidak berlebihan, dan tetap mengenyangkan.

Telur menjadi sumber protein hewani yang membantu mempertahankan energi dan massa otot. Sementara bayam dikenal kaya zat besi yang berperan dalam membantu sirkulasi oksigen di dalam tubuh. Perpaduan keduanya membuat tubuh tidak cepat lemas dan lebih siap menjalani aktivitas sepanjang hari.

13. Pepes Tahu Jamur

Tahu dikenal sebagai sumber protein nabati yang ekonomis dan bergizi. Jika dikombinasikan dengan jamur, kandungan serat dan mineralnya jadi semakin lengkap. Hidangan ini juga biasanya dibungkus daun pisang lalu dikukus atau dipanggang, sehingga aromanya harum dan menggugah selera.

Tahu mengandung protein nabati yang cukup tinggi, sedangkan jamur menambah serat serta mineral penting. Teknik memasak tanpa digoreng membantu menjaga kandungan gizinya tetap optimal. Menu ini cocok bagi yang ingin sahur sehat tanpa rasa terlalu berat.

14. Sup Ayam dengan Tahu dan Aneka Sayuran

Hidangan berkuah hangat sering terasa lebih nyaman disantap saat sahur. Sup ayam dengan tambahan tahu dan berbagai sayuran seperti wortel, kentang, atau buncis memberikan kombinasi nutrisi yang seimbang dalam satu mangkuk.

Protein dari ayam dan tahu membantu menjaga stamina, sementara sayuran melengkapi kebutuhan serat dan vitamin. Kuahnya juga turut menambah asupan cairan, sehingga tubuh lebih terhidrasi selama berpuasa. Teksturnya yang ringan membuat menu ini mudah dicerna tanpa menimbulkan rasa begah.

15. Sup Daging Sayur

Sebagai penutup daftar, sup daging sayur bisa menjadi pilihan bagi yang membutuhkan energi lebih besar untuk aktivitas padat. Potongan daging yang dimasak bersama sayuran menghasilkan hidangan hangat yang kaya protein dan zat besi.

Kandungan tersebut membantu menjaga stamina tetap stabil hingga waktu berbuka. Tambahan wortel, kentang, atau buncis membuat nutrisinya semakin lengkap. Menu ini juga praktis karena dapat dimasak dalam porsi lebih banyak di malam hari dan dipanaskan kembali saat sahur, sehingga tetap hemat waktu namun tetap bergizi.



(Steffy Gracia/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement