Dari Ruang Kelas ke Panggung, Festival Pianica 2026 Diikuti Ratusan Pelajar
Musik sering menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan banyak orang, bahkan sejak usia sekolah.
Di tengah maraknya aktivitas kreatif generasi muda, alat musik sederhana justru kembali menarik perhatian. Salah satunya adalah pianica atau pianika menurut KBBI sebagai alat instrumen tiup dengan tuts yang kerap menjadi pengantar pertama anak-anak mengenal nada, ritme, dan harmoni.
Belakangan, kegiatan berbasis musik di sekolah maupun komunitas semakin berkembang. Festival musik pelajar pun hadir bukan sekadar ajang tampil, tetapi juga ruang belajar, kolaborasi, dan eksplorasi bakat.
Dari sini minat terhadap permainan pianica kembali meningkat, terutama karena alat ini mudah dipelajari namun tetap mampu menghasilkan aransemen yang menarik.
Fenomena ini ikut mendorong hadirnya berbagai acara musik edukatif seperti Yamaha Pianica Festival yang digelar Yamaha Musik Indonesia Distributor sebagai wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas mereka.
Tidak hanya soal kompetisi, festival yang berlangsung sejak 15 Mei 2025 ini diadakan secara marathon untuk acara puncak pada 10 Januari lalu dan diikuti ratusan pelajar dari 650 sekolah.
Bekerjasama dengan Pusat Prestasi Nasional (Kemendikdasmen) dan Asosiasi Pengajar Seni Melodika Indonesia (APSMI), Yamaha Pianica Festival ini diselenggarakan di Yamah Concert Hall ini mengundang juri internasional dari Jepang, Mi3 Pianica Magician (Mitchuri).
"Ini adalah wujud dari filosofi Yamaha bahwa Musik untuk semua orang, ini adalah filosofi dari Yamaha musik tidak hanya dinikmati oleh anak-anak yang mungkin sekolah di kota-kota besar saja tapi mungkin anak-anak yang tidak memiliki kesempatan sarana dan prasarana dari struktur yang mewadahi tapi mereka mendapatkan kesempatan untuk menikmati pelajaran musik," kata Sri Yamawati, Direktur PT Yamaha Musik Indonesia Distributor.
Pada acara puncak, festival ini memberikan penghargaan bagi special award Alf Elijah Beloved Sigarlaki dari SD Satori Montessori Jakarta yang bisa berduet langsung dengan Mitchuri.
Festival ini seolah memperlihatkan bahwa di era digital saat anak-anak lebih dekat dengan gawai, kegiatan musik kolektif menjadi pengalaman yang berbeda.
Pianica yang sederhana justru mampu menghadirkan energi baru di ruang kelas maupun panggung festival.
Dari latihan kecil di sekolah hingga tampil di hadapan penonton, perjalanan musikal ini sering kali menjadi awal lahirnya kecintaan panjang terhadap dunia musik.
(InsertLive)