Advertisement

Behemoth Batalkan Konser di India Usai Terima Banyak Ancaman Pembunuhan

Insertlive | Insertlive
Behemoth
Behemoth Batalkan Konser ke India Usai Terima Banyak Ancaman Pembunuhan / Foto: Instagram/behemoth/martindarksoul
Jakarta -

Legenda Black Metal asal Polandia, Behemoth, baru-baru ini mengumumkan pembatalan jadwal konser di India yang seharusnya berlangsung Maret mendatang.

Bukan tanpa dalih yang kuat, Behemoth mengaku menerima banyak ancaman pembunuhan dari kelompok ekstrimis agama di India.

Tentu ancaman tersebut merujuk ke citra Behemoth sebagai band Black Metal yang identik dengan paham satanisme.

"Behemoth dengan menyesal mengumumkan pembatalan penampilan band yang dijadwalkan pada tanggal 3 Maret di Bangalore, India," tulis Behemoth di Instagram, yang dikutip pada Rabu (18/2).

Advertisement

"Selama beberapa minggu terakhir, kami dan tim kami telah menerima banyak ancaman yang dapat dipercaya yang berasal dari kelompok-kelompok Kristen religius yang telah memberikan tekanan kepada pihak berwenang dan promotor dalam upaya untuk menghentikan pertunjukan tersebut. Ancaman-ancaman ini telah menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keselamatan dan keamanan band, termasuk kemungkinan penangkapan atau bahaya fisik," ungkap Behemoth.

Behemoth juga sudah berusaha kordinasi dengan promotor acara dan menilai bahwa pembatalan konser adalah solusi terbaik untuk menghindari hal-hal buruk terjadi.

"Kami telah menjalin kontak erat dengan promotor lokal selama proses ini. Kami ingin menjelaskan bahwa pembatalan ini bukan kesalahan promotor, yang telah bertindak dengan itikad baik di setiap tahap. Terlepas dari upaya yang tulus, tidak mungkin untuk mendapatkan jaminan yang cukup bahwa band akan dilindungi dari konsekuensi hukum atau risiko keamanan. Atas dasar itu, kami telah membuat keputusan untuk membatalkan pertunjukan tersebut," ujar Behemoth.

Ancaman ini juga membuat Behemoth sebagai band satanik merefleksi kembali bagaimana fanatisme terhadap agama juga bisa menimbulkan hal-hal buruk.

Padahal, Behemoth merasa bahwa kebebasan berekspresi merupakan hak semua manusia di dunia.

"Ini adalah contoh lain dari fanatisme agama yang mencoba memaksakan diri pada ekspresi artistik, sesuatu yang baru-baru ini dihadapi band di Turki. Sangat mengkhawatirkan melihat apa yang terasa seperti gerakan yang berkembang menuju sensor di seluruh dunia. Di era modern ini, seniman seharusnya tidak menghadapi intimidasi, ancaman, atau risiko dipenjara karena menampilkan karya seni mereka," kata Behemoth.

"Terlepas dari agama, ras, atau budaya, kebebasan berekspresi harus tetap menjadi prinsip mendasar. Kami percaya penting bagi orang-orang untuk bersatu mendukung nilai-nilai liberal dan kebebasan kreatif," ujar Behemoth.

Sebagai penutup pesan, Behemoth menyampaikan permohonan yang sedalam-dalamnya untuk semua penggemar mereka di India atas pembatalan jadwal konser.

"Kepada para penggemar kami di India, kami sangat kecewa karena tidak dapat tampil untuk Anda pada kesempatan ini. Kami menghargai dukungan Anda dan berharap dapat segera kembali. Tetap kuat. Tetap bebas," tutup Behemoth.

(ikh/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement