Golden Rules JKT48 Jadi Sorotan Lagi Usai Gendis Ditangguhkan karena Pacaran
Nama JKT48 kembali menjadi perhatian publik. Salah satu membernya, Gendis Mayrannisa atau Gendis JKT48, resmi ditangguhkan dari seluruh aktivitas grup selama tiga bulan.
Penangguhan itu terjadi setelah beredarnya foto Gendis bersama seorang pria yang diduga sebagai kekasih.
Foto tersebut viral di media sosial dan memicu reaksi keras dari sebagian penggemar.
Dalam industri idol, isu asmara bukan sekadar urusan pribadi-ia bisa berdampak langsung pada karier.
Gendis telah menyampaikan klarifikasi melalui media sosial, menyebut dirinya sudah menjelaskan situasi tersebut secara jujur kepada manajemen dan siap menerima keputusan apa pun.
"Seperti yang kalian tau, akhir akhir ini banyak sekali foto yang beredar di media sosial, untuk kebenarannya saya sudah menjelaskan semuanya kepada manajemen secara jujur, dan menerima keputusan apa pun yang akan manajemen ambil," tulis Gendis melalui akunnya @Gendis_JKT48, Rabu (18/2).
Tak lama berselang, manajemen JKT48 mengumumkan penangguhan aktivitas Gendis hingga 17 Mei 2026. Selama masa tersebut, ia tidak akan tampil dalam pertunjukan teater, event publik, maupun kegiatan media.
Manajemen menyebut adanya kurangnya kesadaran diri sebagai member yang menyebabkan kegaduhan dan kekecewaan.
"Kurangnya kesadaran diri yang bersangkutan sebagai member JKT48 telah mengakibatkan kegaduhan dan banyak pihak kecewa," ungkap manajemen JKT48.
"Oleh karena itu kami memutuskan untuk menangguhkan aktivitas Gendis Mayrannisa sebagai member JKT48 terhitung hari ini sampai 17 Mei 2026," sambungnya.
Selain itu, manajemen juga mengumumkan refund JKT48 Point bagi pemilik tiket video call dari bonus Digital Photobook 27th Single Andal Ku Bukan Loota Idol Nanka Janakattara yang dijadwalkan pada 27 Februari 2026.
Apa Itu Golden Rules JKT48?
Kasus ini kembali menyoroti aturan internal yang dikenal sebagai Golden Rules JKT48-serangkaian aturan disiplin ketat yang wajib dipatuhi seluruh member demi menjaga citra sebagai idola profesional.
Sebagai sister group dari AKB48 Jepang, JKT48 mengusung konsep "idol you can meet", di mana kedekatan emosional dengan penggemar menjadi fondasi utama. Karena itu, standar perilaku member diatur cukup ketat.
Berikut poin-poin utama Golden Rules JKT48:
1. Dilarang Berpacaran
Ini adalah aturan paling utama selama member masih terikat kontrak.
2. Dilarang Merokok dan Minum Alkohol
Demi menjaga kesehatan dan citra positif.
3. Dilarang Pergi ke Klub Malam/Diskotek
Menghindari tempat yang dinilai berpotensi merusak citra.
4. Dilarang Berpakaian Mencolok dan Make-up Berlebihan
Member diharapkan tampil sopan dan bersahaja.
5. Dilarang Berinteraksi Personal dengan Penggemar di Media Sosial
Untuk mencegah hubungan pribadi yang tidak resmi.
6. Dilarang Bepergian Tanpa Didampingi Wali atau Pengawal
Demi menjaga keamanan dan keselamatan.
7. Wajib Mengutamakan Pendidikan
Member tidak boleh mengabaikan studi di tengah aktivitas idol.
8. Dilarang Memberikan Tanda Tangan Sembarangan
Untuk mencegah penyalahgunaan.
Aturan-aturan ini dibuat untuk menjaga profesionalisme, privasi, serta citra grup secara keseluruhan.
Dalam beberapa kesempatan, anggota senior seperti Shani Indira Natio juga pernah menekankan pentingnya mematuhi aturan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap penggemar dan tim.
Pelanggaran terhadap Golden Rules dapat berujung pada sanksi mulai dari teguran, penangguhan aktivitas, hingga dikeluarkan dari grup.
Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi di industri idol, baik di Indonesia maupun Jepang.
Biasanya, pelanggaran terungkap dari foto atau video yang beredar di media sosial, ruang yang kini menjadi pengawas tidak resmi bagi kehidupan pribadi para idol.
Bagi Gendis, tiga bulan ke depan menjadi masa evaluasi sekaligus ujian.
Bagi publik, ini kembali membuka diskusi lama: apakah aturan ketat seperti Golden Rules masih relevan di tengah perubahan budaya dan cara pandang generasi muda?
Di panggung idol, citra adalah segalanya. Dan ketika citra retak, konsekuensinya jarang kecil.
(ikh/fik)