Film 'Interstellar' Jadi Proyek Favorit Timothee Chalamet: Paling Sering Saya Tonton
Di tengah kesuksesannya lewat Dune hingga Wonka, Timothee Chalamet justru menyebut Interstellar sebagai film lama paling berkesan dalam hidupnya.
Aktor yang pernah masuk nominasi Oscar itu kembali bertemu dengan sutradara Christopher Nolan dalam sebuah pemutaran film baru-baru ini.
Dalam sesi percakapan setelah pemutaran, Chalamet mengenang keterlibatannya dalam film epik fiksi ilmiah rilisan 2014 tersebut.
Dalam Interstellar, Chalamet memerankan Tom, putra karakter Matthew McConaughey, saat masih remaja.
Versi dewasa karakter tersebut diperankan oleh Casey Affleck. Meski porsinya tidak besar, pengalaman itu ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi sang aktor.
"Meskipun peran saya tidak terlalu besar di 'Interstellar,' saya rasa saya berada di urutan ke-12 dalam daftar pemain, film ini datang kepada saya pada saat dalam hidup saya, dalam karier saya, di mana segalanya tentu belum mapan," kata Chalamet dikutip dari Variety, Kamis (12/2).
Ia menegaskan bahwa proyek tersebut tetap menjadi yang paling ia cintai sepanjang kariernya.
"Dan itu tetap menjadi proyek favorit saya yang pernah saya ikuti. Ini adalah film yang paling sering saya tonton, dari semua film yang pernah dibuat dalam sejarah manusia," ujarnya.
Pernyataan itu cukup mengejutkan mengingat karier Chalamet melejit setelahnya lewat berbagai proyek besar.
Namun, ia menilai Interstellar hadir di momen penting ketika dirinya masih membangun fondasi sebagai aktor.
Christopher Nolan pun membagikan cerita menarik soal kerja sama mereka di lokasi syuting.
Ia mengenang satu adegan emosional ketika karakter utama menerima pesan video dari keluarganya di Bumi.
"Saat Anda merekam pesan-pesan dari rumah, ada satu hal khusus ketika Anda menampilkan nada yang gelap," kata Nolan kepada Chalamet.
Sutradara peraih Oscar itu mengaku sempat merasa pendekatan Chalamet terlalu berlebihan untuk adegan tersebut. Namun, ia melihat sesuatu yang berbeda dari aktor muda itu.
"Rasanya terlalu berlebihan bagi saya. Saya tidak terlalu menyukainya. Saya sudah memberi tahu Anda tentang hal itu dan Anda tetap melakukan apa pun yang Anda inginkan dan melanjutkannya. Tapi saya berpikir, 'Dia tahu apa yang ingin dia lakukan dan punya ide.' Ini bukan soal keras kepala. Anda telah merencanakan apa yang ingin anda lakukan. Anda telah merencanakan pilihan Anda dan Anda tidak ingin meninggalkannya begitu saja demi saya," ungkapnya.
Cerita itu memperlihatkan bagaimana sejak awal Chalamet sudah memiliki insting dan visi kuat terhadap karakter yang ia mainkan.
Bahkan ketika masih berada di posisi relatif kecil dalam daftar pemain, ia berani mempertahankan interpretasinya.
Lebih dari satu dekade sejak dirilis, Interstellar masih dianggap sebagai salah satu karya terbaik Christopher Nolan.
Bagi Chalamet, film tersebut bukan sekadar proyek awal karier, melainkan pengalaman yang membentuknya sebagai aktor.
Dan di tengah gemerlap proyek-proyek besar yang kini ia bintangi, cinta pertamanya di dunia sinema rupanya tetap berada di antara bintang-bintang.
(ikh/and)