Lubang Raksasa di Aceh Tengah Semakin Besar, Ini Penyebabnya
Lubang raksasa yang ada di Kecamatan Ketol, Aceh tengah memiliki kedalaman sekitar 100 meter. Lubang itu kini nyaris menyentuh badan jalan.
Dalam laporan dari detikcom, Plt Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dr. Lana Saria, S.Si., M.Si. menyebut terjadi pergerakan tanah di lubang raksasa tersebut. Hal itu membuat lubang semakin besar karena faktor aliran air, batuan, dan kemiringan.
Kawasan yang ambles itu memiliki batuan dasar berupa batuan vulkanik yang kebanyakan adalah tufa, yaitu jenis batuan sedimen berpori. Batuan yang berasal dari abu gunung berapi itu belum sepenuhnya keras sehingga dapat gembur atau hancur kembali.
Lana mengatakan, batuan di lubang raksasa itu menjadi gembur karena lereng tidak stabil dan dipengaruhi oleh rembesan air. Aliran air itu juga membuat tebing lubang semakin terkikis dan lubang semakin membesar.
"Batuan dasar berupa batuan vulkanik yang didominasi oleh tufa yang bersifat loose (lepas), porous (berpori), kemiringan lereng sangat terjal hampir tegak, serta terdapat drainase berupa saluran irigasi di bagian selatan yang berpotensi air meluap pada saat hujan besar atau meresap," ucapnya.
"Hal ini membuat lereng tidak stabil dan jenuh air sehingga batuan menjadi gembur dan berat massa batuan bertambah. Ditambah dengan adanya erosi lateral oleh rembesan air yang berada pada bagian lembah lereng, menyebabkan terjadinya longsoran dan runtuhan batuan. Selama penyebabnya berupa aliran air di bawah permukaan tidak bisa dihentikan, maka berpotensi adanya perluasan," sambungnya.
Lubang raksasa di Aceh Tengah ini mirip dengan sinkhole atau lubang ambles. Namun, sinkhole biasanya terjadi pada kawasan dengan batuan gamping (karst). Badan Geologi menyebut sinkhole biasanya terjadi di daerah batuan karbonat seperti kawasan karst Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros.
"Fenomena sinkhole memang identik dengan batuan gamping, namun kejadian di Pondok Balik, Ketol, Aceh Tengah, membuktikan bahwa material vulkanik juga memiliki kerentanan serupa, meski dengan mekanisme yang sedikit berbeda," pernyataan dari Badan Geologi.
Koordinator Tim Geologi Lingkungan, Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Badan Geologi Tantan Hidayat ST MT menjelaskan ada dua penyebab sinkhole. Pertama, yaitu solution sinkhole yaitu berkembangnya kerentanan batu kapur karena larut oleh air yang bersifat asam sehingga muncul rongga tanah yang membesar.
Penyebab kedua adalah collapse sinkhole, yaitu 'atap' dari rongga bawah tanah runtuh tiba-tiba karena tidak mampu menahan beban di atasnya. Kejadian itu membuat lubang semakin membesar.
(agn/and)