Nyalakan Radar Neptunusmu! Pentas Perdana Musikal 'Perahu Kertas' Sukses Digelar
Drama musikal Perahu Kertas sukses menggelar pementasan perdananya pada Jumat (30/1) di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta. Drama musikal ini pun menghadirkan kisah Kugy dan Keenan dari novel karya Dee Lestari tersebut.
Pementasan perdana musikal Perahu Kertas semakin spesial dengan kehadiran sang kreator, Dee Lestari. Penulis dan penyanyi itu membuka pementasan dengan lagu ikonik dari versi film kisah ini, Perahu Kertas.
Lewat penampilan spesial ini, Dee Lestari mengajak para penonton untuk menyalakan radar Neptunus, sebuah tindakan yang dilakukan karakter Kugy untuk membuka dunia imajinasi yang penuh kreativitas.
"Ini mungkin konspirasi semesta yang luar biasa ya, tahu nggak? Hari ini, di hari pagelaran pertama Perahu Kertas, bertepatan dengan ulang tahun karakter Kugy, dan besoknya, Keenan," kata Dee Lestari.
Dee Lestari di Musikal Perahu Kertas/ Foto: dok. Indonesia Kaya |
Musikal Perahu Kertas kembali mengikuti kisah Kugy dan Keenan, dua sosok kreatif yang ingin meraih mimpi tetapi terhalang realita dunia. Keenan yang terhalang restu orang tua untuk menjadi pelukis, bertemu dengan Kugy dengan dunia imajinasinya yang sulit dimengerti.
Kisah Keenan dan Kugy dalam versi musikal ini pun diiringi dengan lagu-lagu memukau dari Trust Orchestra, mulai dari Perahu Kertas, Miliaran Manusia, hingga Jalan yang Kutuju, Hidup yang Kupilih.
Kugy dan Keenan dalam Drama Musikal Perahu Kertas/ Foto: InsertLive |
Peran Kugy yang diisi Alya Syahrani dan Keenan yang diperankan Dewara Zaqqi kemudian sukses menampilkan sisi lain dari Perahu Kertas dengan menyinggung mimpi-mimpi di dunia realita yang keras.
Perpaduan ensemble hingga talenta cilik untuk Sakola Alit juga membawa penonton untuk ikut terlarut dalam kisah Kugy dan Keenan yang ragu soal perasaan mereka setelah sempat terpisah.
Penampilan di Drama Musikal Perahu Kertas/ Foto: InsertLive |
Christoffer Nelwan sebagai Remi dan Marsha Lavinia sebagai Luhde turut mendukung kisah musikal Perahu Kertas dengan cara mereka sendiri, membuat penonton merasa relate dengan apa yang mereka alami.
Lewat pementasan perdana, musikal Perahu Kertas berhasil membawakan pesan utama untuk menghidupkan kembali mimpi-mimpi kita. Lagu penuh inspirasi hingga drama yang menyentuh hati kemudian mendorong penonton untuk mulai memikirkan mimpi mereka sendiri.
Musikal Perahu Kertas mengadaptasi kisah dari novel legendaris karya Dee Lestari, yang sebelumnya telah diadaptasi ke dalam versi film. Drama musikal ini bisa disaksikan di Ciputra Artpreneur mulai 30 Januari hingga 15 Februari 2026, dan tiket dapat dibeli di loket.com.
(asw)
Dee Lestari di Musikal Perahu Kertas/ Foto: dok. Indonesia Kaya
Kugy dan Keenan dalam Drama Musikal Perahu Kertas/ Foto: InsertLive
Penampilan di Drama Musikal Perahu Kertas/ Foto: InsertLive