Angkat Kehidupan Anak Panti Asuhan, 'Surat untuk Masa Mudaku' Terinspirasi Kisah Nyata
Film Indonesia terbaru bertajuk Surat untuk Masa Mudaku merupakan film drama garapan sutradara Sim F yang memotret kisah kehidupan anak-anak di panti asuhan.
Film yang mulai tayang pada hari ini, Kamis (29/1) di Netflix berfokus pada sosok Kefas (Theo Camillo Taslim), remaja pemberontak yang tinggal di panti asuhan.
Sejak adiknya meninggal karena sakit dan terlambat ditolong, Kefas memendam dendam kepada setiap pengurus panti karena dianggap sama saja sifatnya dengan pengurus panti ketika adiknya wafat.
Suatu hari, Simon (Agus Wibowo), yang baru ditinggal istri tercinta untuk selama-lamanya memutuskan untuk menjadi pengurus panti baru.
Kehadiran Simon tak disukai oleh Kefas dan berbagai cara pun dilakukan oleh Kefas untuk menyingkirkan Simon.
Namun seiring berjalananya waktu, hubungan mereka justru semakin akrab. Simon dan Kefas memiliki luka yang serupa dan bersama-sama berdamai dengan hal itu.
Surat untuk Masa Mudaku/ Foto: Netflix |
Sim F menjelaskan bahwa film ini beberapa bagiannya terinspirasi dari kehidupan nyatanya. Sim F dulu juga pernah tinggal di panti asuhan seperti karakter yang ia buat.
"Terinspirasi dari kisah real orang-orang yang hidup di panti asuhan, gimana sedihnya, rasa kesepiannya," ungkap Sim F dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (28/1).
"Cerita Surat untuk Masa Mudaku itu relevan dan universal karena menceritakan tentang kehilangan. Karena kita tahu semua orang pasti pernah dan akan merasakan itu," lanjutnya.
Selain Theo Camillo Taslim dan Agus Wibowo, film ini turut dibintangi Fendy Chow, Aqila Herby, Cleo Hanura Nazhifa, dan Halim Latuconsina.
Surat untuk Masa Mudaku/ Foto: Netflix