Nasihat Cinta Jane Austen yang Masih Relevan Hingga Kini
Nasihat Cinta Jane Austen yang Masih Relevan Hingga Kini
Percintaan kerap menjadi persoalan yang cukup kompleks di kalangan orang dewasa. Bayangkan saja, dua individu dengan latar belakang, karakter, dan sifat yang bertolak belakang harus saling berkomitmen dan menjalin hubungan seumur hidup mereka.
Situasi ini tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk mengupayakan hubungan yang harmonis., baik bagi kedua belah pihak maupun bagi yang masih memperjuangkan cintanya.
Di tengah situasi rumit tersebut, nasehat dari novelis Jane Austen terasa seperti obat penenang hati yang ampuh, khususnya bagi mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang serius atau sedang menanti sosok pendamping.
Di samping karya-karyanya yang mendunia, author Pride and Prejudice ini juga dikenal lewat kumpulan pesan dan nasihatnya yang punya makna mendalam. Berikut ini nasehat utama dari Austen Jane tentang hubungan yang perlu kamu pikirkan.
Jangan Terburu-buru
Ilustrasi pasangan/ Foto: Instagram/@visualisation_ |
Pride and Prejudice menjadi bukti bagaimana Austen Jane menggambarkan hubungan yang hancur karena dijalin secara terburu-buru. Karyanya itu menceritakan tentang Lydia Bennet yang kawin lari dengan Wickham. Naas, hubungan mereka justru berujung menjadi sebuah bencana.
Menurut Jane, perasaan terburu-buru dalam sebuah hubungan dipicu oleh tekanan dari lingkungan sekitar. Misalnya, kita sering kali merasa tertinggal saat orang-orang seumuran kita sudah banyak yang menikah.
Nasehat Jane yang satu ini juga diperkuat dengan data faktual. Sebagian besar hasil penelitian mencatat bahwa hubungan yang terburu-buru kerap menjadi salah satu penyebab perceraian terjadi lebih cepat.
Dorongan untuk segera menikah akan membutakan pandangan kita terhadap karakter pasangan. Kita akan cenderung lebih mudah menerima orang baru ke dalam hidup kita meskipun sifatnya tidak sesuai dengan prinsip dan nilai yang kita pegang.
Maka dari itu, penting untuk merenungkan kembali sifat pasangan kita. Apakah sifatnya akan cocok hingga di masa mendatang atau hanya di saat ini saja?
Pilih Pasangan yang Tepat
Ilustrasi pasangan/ Foto: Instagram/amyseder |
Menurut Jane, pacar yang ideal adalah mereka yang menghormati pemikiran dan menghargai segala kekurangan pasangannya.
Mereka juga akan saling berdiskusi dan merencanakan masa depan bersama, alih-alih mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan pasangannya.
Memilih pasangan dengan sifat dan latar belakang yang setara juga harus menjadi pertimbangan penting. Kecocokan karakter antara kedua belah pihak dapat menciptakan hubungan sehat yang harmonis.
Bangun Kualitas Diri sembari Menunggu
Ilustrasii pasangan/ Foto: Instagram/northsouthtravelsâ € |
Menunggu bukanlah sikap pasif, tetapi sebuah persiapan untuk menjalin hubungan yang matang. Tidak perlu bersusah payah mengejar hati seorang pria.
Jane menekankan kepada para wanita untuk lebih fokus memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri mereka.
Kembangkan kualitas diri melalui beberapa kegiatan produktif, seperti melakukan gym atau mengikuti kelas keterampilan baru.
Wanita yang kompeten akan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang sekitarnya. Menurut Jane, sosok yang tepat akan datang ketika dirimu siap, bukan ketika kamu terburu-buru.
(Astrid Riyanti Atmaja/arm)
Ilustrasi pasangan/ Foto: Instagram/@visualisation_
Ilustrasi pasangan/ Foto: Instagram/amyseder
Ilustrasii pasangan/ Foto: Instagram/northsouthtravelsâ €