Anak Verlita Evelyn Inspirasi Generasi Muda untuk Peduli Lingkungan Lewat Karya
Caleb Saba, anak Verlita Evelyn dan Ivan Saba ternyata memiliki hobi menggambar dan juga bisa nge-rap serta beat box. Verlita Evelyn sendiri mengaku kaget melihat gambar buatan anaknya. Verlita bahkan tak lagu untuk memamerkan hasil karya sang buah hati ke media sosial.
"Aku pun nggak pernah tahu tiba-tiba juga Caleb suka gambar dan hasilnya bagus. Kayaknya nurun dari Carlo Saba yang pintar gambar kan arsistek. Dan Caleb ini tidak hanya suka menggambar tapi dia juga bisa nge-rap dan beat box, padahal nggak pernah les vokal dan bapaknya tidak pernah spesifikasi ngajarin rap dan beat box," ujar Verlita Evelyn ditemui kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (21/1).
Dari kebiasaan Caleb Saba yang suka menggambar ini menjadi sebuah kepekaan terhadap isu lingkungan dan bekal generasi muda di tengah meningkatnya ancaman terhadap kelestarian alam dan satwa langka Indonesia. Perlu kesadaran yang tidak perlu dipahami, tetapi juga harus disuarakan agar mampu mendorong perubahan yang nyata.
Sebagai wujud nyata dan semangat, Cales Saba berkolaborasi dengan Bina Nusantara (BINUS) untuk mengimplementasikan karya ilustrasinya melalui pameran seni yang mengusung tema lingkungan hidup ini menjadi proyek perdana dari program Creativerse yang akan terus berlanjut yang dapat mendukung secara serius untuk talenta muda berbakat BINUS.
"Sebenarnya kita bikin proyek ini berawal dari Caleb saat duduk kelas 5 dan mengembangkan ide kreatif pertamanya menjadi sebuah karya yang memiliki dampak nyata. Sebelumnya ia pernah menciptakan karya bertema kepedulian lingkungan dan ekosistem laut dan karya tersebut juga berhasil," ujar Isaac Koh selaku Kepala Sekolah BINUS SCHOOL Simprug.
Pada proyek kali ini sama dengan proyek sebelumnya, hasil penjualan merchandise akan didonasikan kepada Yayasan Wahana Visi Indonesia untuk mendukung peningkatan kualitas hidup anak-anak dan komunitas yang membutuhkan. Dan sebuah pendekatan pembelajaran yang mendampingi perjalanan tumbuh kembang siswa secara menyeluruh dengan mendorong serta mengimplementasikan proses belajar ke dalam aksi nyata yang berdampak.
"Yah seiringnya perkembangan karya dari Caleb, kita kembangkan menjadi sebuah merchandise eksklusif BINUS SCHOOL Simprug. Ini menjadi salah satu karya hasil dari kolaborasi menggambar dan mewarnai bersama anak-anak asuh Yayasan Wahana Visi Indonesia. Dan melalui kolaborasi ini, kami memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitasnya sekaligus belajar tentang empati, berpikir kritis, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini," ujar Isaac Koh.
Caleb Saba mengungkapkan rasa bangganya karya ilustrasinya dapat berkembang menjadi produk yang bermanfaat bagi banyak orang lain. Dan Caleb pun juga mengalami tantangan ketika dirinya menggambar ilustrasi mengenai lingkungan dan satwa langka di Indonesia.
"Aku senang sekali karena gambarku bisa dijadikan sebuah produk dan bermanfaat untuk orang lain. Lewat gambar-gambar ini, aku ingin mengajak teman-teman untuk lebih peduli pada hewan dan lingkungan. Karena hal kecil yang kita lakukan bisa punya dampak besar kalau dilakukan bersama-sama. Aku pun mengalami kesulitan ketika bikin sketsanya, karena satu gambar itu harus sketsanya harus jelas agar mewarnai itu hasilnya bagus," ujar Caleb Saba.
Melalui ini kolaborasi bisa menjadi sebuah komitmen dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kreativitas, kepedulian sosial, serta membentuk karakter siswa yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
(Insertlive)