Film yang Gagal Diperankan dan Bikin Matt Damon Nyesal Seumur Hidup
Matt Damon akhirnya buka suara soal satu film yang sampai sekarang masih membekas dalam perjalanan kariernya.
Aktor peraih Oscar itu mengungkapkan bahwa ia sempat sangat berharap bisa membintangi film biografi Milk (2008).
Namun, Damon akhirnya harus merelakan peran tersebut jatuh ke tangan Josh Brolin karena bentrok jadwal.
Pengakuan itu disampaikan Damon dalam wawancara dengan USA Today, bersama sahabat lamanya, Ben Affleck, untuk mempromosikan film terbaru mereka berjudul The Rip.
Dalam wawancara tersebut, Matt Damon ditanya apakah ada proyek besar yang lepas dari genggamannya selama lebih dari tiga dekade kariernya di Hollywood.
Tanpa ragu, aktor berusia 55 tahun itu langsung menyebut Milk, film arahan Gus Van Sant yang kemudian meraih banyak pujian kritikus.
"Seharusnya saya bermain di Milk bersama Gus," ujar Damon.
Ia menjelaskan bahwa perubahan jadwal yang dialami pemeran utama, Sean Penn, membuat produksi film tertunda.
Penundaan itulah yang akhirnya berbenturan dengan agenda Damon, hingga perannya diberikan kepada Josh Brolin.
Alih-alih menunjukkan penyesalan berlebihan, Damon justru mengakui bahwa keputusan tersebut mungkin memang yang terbaik untuk film itu.
Ia menilai penampilan Josh Brolin sebagai Dan White-politisi yang membunuh Harvey Milk dan Wali Kota George Moscone-sangat kuat dan berkesan.
"Saya menyukai naskahnya dan sudah melakukan riset. Tapi mungkin peran itu memang lebih baik dimainkan oleh Josh. Dia luar biasa," kata Damon.
Ia juga mengaku, momen itu menjadi titik refleksi dalam hidupnya di usia 30-an, bahwa tidak semua hal harus berjalan sesuai rencana.
Sebagai informasi, Milk mengisahkan sosok Harvey Milk, aktivis hak LGBTQ+ yang menjadi pria gay pertama yang terpilih menduduki jabatan publik di California.
Sean Penn memenangkan Academy Award berkat perannya sebagai Milk, sementara Josh Brolin meraih nominasi Aktor Pendukung Terbaik.
Film ini kemudian dikenal sebagai salah satu karya biografi paling berpengaruh di era 2000-an, baik dari sisi sinema maupun pesan sosial.
Meski melewatkan Milk, perjalanan karier Matt Damon tak pernah melambat.
Ia terus terlibat dalam berbagai proyek besar hingga akhirnya kembali berkolaborasi dengan Ben Affleck lewat film The Rip.
Dalam film thriller aksi tersebut, Damon dan Affleck berperan sebagai polisi Miami yang harus menghadapi ujian loyalitas setelah menemukan sejumlah besar uang tunai.
Film ini ditulis dan disutradarai oleh Joe Carnahan, yang mengaku terinspirasi dari pengalaman pribadi temannya di kepolisian Miami-Dade.
Pengakuan Matt Damon ini memperlihatkan sisi lain dari perjalanan aktor besar Hollywood: bahkan di puncak karier, ada peran impian yang harus dilepas.
Namun, seperti yang ia akui sendiri, terkadang keputusan yang terasa pahit justru membuka jalan lain yang tak kalah besar.
(ikh/fik)