Begini Perubahan Kata Bajingan yang Punya Arti Baik Jadi Buruk
Apa yang terlintas jika mendengar kata bajingan? Mungkin, perilaku negatif atau makian akan menjadi hal yang terlintas pertama saat mendengar kata ini.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata bajingan dimaknai sebagai penjahat, pencopet, kurang ajar (kata makian).
Namun, tahukah Insertizen bahwa kata ini awalnya memiliki makna baik dan mengalami pergeseran makna?
Dikutip dari detikEdu, kata bajingan termasuk kata serapan dari bahasa Jawa yang bermakna sopir gerobak sapi.
Pada zaman dahulu, gerobak sapi menjadi salah satu moda transportasi yang digunakan oleh masyarakat di pedesaan Jawa. Kata ini tidak memiliki konotasi negatif lantaran merujuk pada sebuah pekerjaan.
Namun, kata bajingan mulai bergeser pemaknaannya setelah ada beberapa sopir gerobak sapi yang berprilaku tidak baik. Mereka ada yang berbuat curang, tidak sopan, bahkan melakukan tindak kriminal.
bajingan awalnya bermakna sopir gerobak sapi/ Foto: Pradito Rida Pertana |
Lantaran kejadian ini, kata bajingan lalu mengalami pergeseran makna menjadi negatif karena lekat dengan perilaku sebagian bajingan tersebut.
Kata bajingan yang mulai mengalami pergeseran makna ini kemudian menjadi umum dipakai oleh masyarakat.
KBBI pun akhirnya mengartikan kata ini sebagai orang jahat, nakal, atau tidak bermoral. Kata ini juga menjadi sebuah makian untuk mengungkapkan rasa kekesalan atau penghinaan.
(dia/agn)
bajingan awalnya bermakna sopir gerobak sapi/ Foto: Pradito Rida Pertana