Demi Kenyamanan Pemudik, PT KAI Tambah Kuota Tiket hingga 1 Juta Kursi
Bulan suci Ramadan identik dengan pergi mudik alias pulang kampung.
Istilah mudik diambil dari bahasa Jawa yang berisi singkatan 'mulih dilik' atau pulang sebentar.
Berdasarkan pengertiannya, mudik adalah tradisi tahunan yang dilakukan menjelang hari besar keagamaan khususnya Idul Fitri.
Tahun 2023 ini, Kementerian Perhubungan memprediksi bahwa jumlah pemudik mencapai 123,8 juta.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan 47% secara nasional dibandingkan dengan tahun 2022.
Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, mudik 2023 ini pihak Kereta Api Indonesia menambah kuota tiket satu juta tiket demi kenyamanan para pemudik.
Adapun untuk syarat perjalanan menggunakan kereta api, PT KAI mewajibkan vaksin.
"Untuk 18 tahun ke atas wajib melampirkan vaksin ketiga, di bawah 18 tahun pada rentang usia 13-17 tahun wajib melampirkan vaksin kedua. Tetapi kalau pemudik rentang usia 13-17 tahun belum melakukan vaksin karena alasan medis masih diizinkan untuk tetap berangkat," kata Eva Chairunisa saat ditemui di Stasiun Gambir, Senin (17/4).
"Bagi yang belum vaksin, bisa datang ke Stasiun Pasar Senen dan Gambir untuk mendapatkan pelayanan," sambungnya.
Baca Juga : Hidup Sehat Makin Nikmat dengan Fita |
Seiring dengan kegiatan mudik, Daia bekerja sama dengan PT KAI membuat kampanye 'Mudik Asyik' memberangkatkan sekitar 250 orang pemudik mulai hari ini, Senin (17/4) hingga Rabu (19/4) mendatang.
PT KAI pun mengapresiasi atas kerja sama dengan kampanye Daia 'Mudik Asyik'.
"Kami berterima kasih dengan kerja sama antara Daia dengan PT KAI yang memudahkan pemudik untuk bisa pulang ke kampung halaman," pungkas Eva Chairunisa.
(dia/dia)