I-Pedia

Mengungkap Fenomena Langka Hujan Meteor yang Diprediksi Muncul Hari Ini

INSERTLIVE | Insertlive
Minggu, 31 Jul 2022 09:42 WIB
This Bright Leonid Fireball Is Shown During The Storm Of 1966 In The Sky Above Wrightwood, Calif. The Leonids Occur Every Year On Or About Nov. 18Th And Stargazers Are Tempted With A Drizzle Of 10 Or 20 Meteors Fizzing Across The Horizon Every Hour. But Every 33 Years A Rare And Dazzling Leonids Storm Can Occur But, Astronomers Believe The 1999 Edition Of The Leonids Probably Won'T Equal 1966, Which Peaked At 144,000 Meteors Per Hour. (Courtesy Of  (Photo By Nasa/Getty Images)
Jakarta, Insertlive -

Fenomena hujan meteor dikabarkan akan terlihat di langit malam pada akhir Juli 2022, tepatnya pada 29 hingga 31 Juli.

Fenomena ini bisa dilihat oleh manusia tanpa alat bantu apa pun alias dengan mata telanjang. Saat fenomena hujan meteor terjadi, meteor akan terlihat seperti bintang jatuh yang berpindah dari satu titik ke titik lain.

Peneliti Utama bidang Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menjelaskan hujan meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids benar akan terjadi.


Dua hujan meteor tersebut terjadi di langit selatan sehingga cocok diamati dari Indonesia.

Apakah tanggal 27 Juni Hujan Meteor? Beredar informasi, akan terjadi hujan meteor Bootid pada tanggal 27 Juni 2022. Berikut ulasan selengkapnya.Apakah tanggal 27 Juni Hujan Meteor? Beredar informasi, akan terjadi hujan meteor Bootid pada tanggal 27 Juni 2022. Berikut ulasan selengkapnya./ Foto: Getty Images/iStockphoto/Allexxandar

"Hujan meteor Alpha-Capricornids ini bisa diamati pada 30 - 31 Juli 2022 mulai pukul 20.00 WIB di ufuk timur. Namun waktu terbaik adalah setelah lewat tengah malam di arah langit selatan. Diperkirakan ada sekitar 5 meteor per jam yang tampak melintas di langit. Hujan meteor ini berasal dari gugusan debu komet 169P/NEAT yang berpapasan dengan bumi," ungkap Thomas dikutip dari detikcom.

Thomas menambahkan bahwa hujan meteor ini meskipun terbilang sedikit, tetapi penampakannya akan sangat terang.

"Debu-debu komet yang berukuran kecil kecil memasuki atmosfer bumi lalu terbakar menampakkan seperti bintang jatuh. Walau jumlah meteornya sedikit, kadang-kadang hujan meteor ini menampakkan meteor terang dari sisa-sisa komet yang berukuran lebih besar," jelasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan jika hujan meteor ini tidak berbahaya sama sekali. Debu-debu sisa komet habis terbakar pada ketinggian di atas 80 km.

Penasaran dengan informasi hujan meteor atau kejadian viral lainnya yang terjadi akhir-akhir ini? Jangan lupa saksikan I-Pedia pada Minggu, 31 Juli pukul 11.00 WIB hanya di Trans TV.

(dia/dia)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER