Serba-serbi Terowongan Bawah Laut yang Tersambung ke Negara Lain

YOA | Insertlive
Rabu, 27 Jul 2022 13:55 WIB
Channel Tunnel
Jakarta, Insertlive -

Channel Tunnel atau Terowongan Channel adalah terowongan kereta sejauh 50 kilometer yang menghubungkan Cheriton, Kent, di selatan Britania Raya, dan Coquelles, Calais di utara Prancis. Sepintas terowongan ini terdengar biasa saja, tapi bagaimana jika 39 dari 50 kilometer terowongan ini berada di bawah sebuah selat?

Ide awal pembuatan terowongan yang dioperasikan Eurotunnel, EuroStar, dan DB Schenker Rail asal Inggris ini muncul ke permukaan sejak dua abad lalu, namun baru direalisasikan pada 1987. Pembangunan terowongan ini melibatkan sekitar 15.000 orang yang dilakukan dengan cara mengeruk kedua ujungnya secara terus menerus.

Menggali terowongannya pun menggunakan peralatan yang sangat besar yaitu Tunnel Boring Machine (TBM) yang memiliki kombinasi fungsi alat-alat berat antara lain seperti mesin bor dan mesin pengeruk. Dalam proses penggaliannya, terowongan ini mengerahkan 11 TBM untuk melubangi kulit ari bumi.


Pembagiannya adalah enam TBM dari sisi Inggris (tiga di bawah air dan tiga di bawah tanah) dan lima TBM lainnya dari sisi Prancis (tiga di bawah laut dan dua di bawah tanah).

Desain TBM ini dianggap unik karena menggunakan teknologi yang berkombinasi sehingga dapat digunakan pada kondisi tanah yang halus di bawah air maupun kondisi batuan yang keras.

Namun, adapula salah satu tujuan ekonomis di balik pembangunan terowongan prestisius ini adalah untuk menghubungkan daratan Eropa dengan Inggris yang akan menyediakan sarana dan prasarana transportasi yang memiliki kapasitas angkut besar dengan waktu tempuh yang relatif cepat sebagai dampak dari ditetapkannya Masyarakat Ekonomi Eropa pada 1956 silam.

Secara keseluruhan terdapat tiga tunnel yang ada di Channel Tunnel. Dua tunnel ukuran besar dilengkapi rel dengan diameter 7,6 meter dan jarak antara kedua tunnel kurang lebih sekitar 30 meter.

Di antara kedua tunnel besar tersebut terdapat sebuah tunnel kecil dengan diameter 4,8 meter yang didesain untuk sistem pengendalian dan servis. Sedangkan kedalaman dari tunnel ini kurang lebih sekitar 45 meter di bawah dasar laut.

Waktu kurang lebih 35 menit dibutuhkan untuk berjalan melewati Channel Tunnel. Selama perjalanan di dalam, mungkin beberapa orang akan mengalami sesak napas karena pasokan oksigen di dalam terowongan terbatas dan akhirnya menyebabkan sedikit sesak napas.

(yoa/fik)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER