WHO Beberkan Kondisi Khusus Virus Corona Bisa Tertular lewat Udara
Agustin Dwi Anandawati |
Insertlive
Jakarta
-
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) tengah mempertimbangkan potensi penyebaran virus corona COVID-19 melalui udara.
Dilansir dari CNBC, sebuah studi menunjukkan bahwa virus corona disebut bisa bertahan hidup di udara dalam kondisi tertentu.
"Sangat penting untuk petugas kesehatan mengambil tindakan pencegahan tambahan saat mereka bekerja pada pasien dan melakukan prosedur itu," tambahnya.
Para ilmuwan juga mengatakan bahwa sebuah virus yang bisa bertahan di udara dilihat dari kondisi kelembaban, suhu, dan cahaya ultraviolet.
Mereka juga mengimbau para pekerja medis untuk menggunakan masker N95 karena dinilai mampu menyaring hingga 95% dari partikel cair dan udara.
Selain itu, Direktur Pusat Pengandalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, Robert Redfield, mengatakan selain di udara, virus corona COVID-19 juga mampu bertahan di permukaan.
"Pada tembaga dan baja, ini sangat khas, ini (virus corona COVID-19) cukup lama sekitar dua jam. Tapi di permukaan lain seperti kardus dan plastik akan lebih lama," ucap Robert Redfield.
(agn/syf)
Loading ...
Dilansir dari CNBC, sebuah studi menunjukkan bahwa virus corona disebut bisa bertahan hidup di udara dalam kondisi tertentu.
Advertisement
"Sangat penting untuk petugas kesehatan mengambil tindakan pencegahan tambahan saat mereka bekerja pada pasien dan melakukan prosedur itu," tambahnya.
Para ilmuwan juga mengatakan bahwa sebuah virus yang bisa bertahan di udara dilihat dari kondisi kelembaban, suhu, dan cahaya ultraviolet.
Mereka juga mengimbau para pekerja medis untuk menggunakan masker N95 karena dinilai mampu menyaring hingga 95% dari partikel cair dan udara.
Selain itu, Direktur Pusat Pengandalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, Robert Redfield, mengatakan selain di udara, virus corona COVID-19 juga mampu bertahan di permukaan.
"Pada tembaga dan baja, ini sangat khas, ini (virus corona COVID-19) cukup lama sekitar dua jam. Tapi di permukaan lain seperti kardus dan plastik akan lebih lama," ucap Robert Redfield.
(agn/syf)