Review Drama Korea

Review 'My Liberation Notes': Drama Realistis yang Melankolis

Dini Astari | Insertlive
Sabtu, 09 Jul 2022 22:39 WIB
Drama Korea My Liberation Notes
Jakarta, Insertlive -

My Liberation Notes merupakan salah satu drama slice of life yang tayang pada April hingga Mei lalu di JTBC dan Netflix.

Berkisah tentang tiga saudara yang hidup di Desa Sanpo dan harus bekerja di Seoul, Yeom Gi Jeong (Lee El), Yeom Chang Hee (Lee Min Ki), dan Yeom Mi Jeong (Kim Ji Won).

Ketiganya memiliki kepribadian berbeda-beda, tetapi mengalami perasaan yang sama, merasa bosan dengan hidup mereka.


Yeom Gi Jeong anak tertua dalam keluarga merupakan wanita yang temperamen. Hidupnya dipenuhi dengan keluhan.

Yeom Chang Hee adalah anak kedua yang ingin membebaskan diri dari kehidupannya yang membosankan, tetapi semua terganjal dengan keterbatasannya. Ia juga pria kesepian yang merasa tidak mampu memenuhi semua keinginannya selama ini.

Lalu, Yeom Mi Jeong si anak bungsu keluarga ini memiliki kepribadian tertutup. Dalam diamnya, Mi Jeong merasa orang-orang di hidupnya menyebalkan dan ia selalu merasa kesepian.

Sementara itu, seorang pria misterius bernama Pak Gu (Son Seok Koo) tiba-tiba muncul di desa dan bekerja untuk ayah Yeom bersaudara. Pak Gu kemudian menjalin hubungan unik dengan Mi Jeong untuk menyembuhkan duka masing-masing.

My Liberation NotesMy Liberation Notes/ Foto: dok. JTBC


Membingkai Realitas dengan Visual Cantik & Dialog Puitis

Pernahkah kita merasa begitu bosan dengan hidup? Merasa semua waktu yang dilalui terasa sia-sia? Atau merasa kesepian dan tidak ada yang bisa mengerti kita? My Liberation Notes membingkai perasaan-perasaan cemas itu dengan khidmat lewat 16 episode yang dimiliki.

Secara perlahan tapi pasti, drama ini mengurai masalah-masalah yang mungkin dialami sebagian besar makhluk di bumi ini lewat karakter-karakter mereka yang apa adanya.

Kita bisa merasakan sulitnya menghadapi lingkungan kantor toksik dari sudut pandang Mi Jeong, atau menyelami perasaan selalu merasa payah lewat Chang Hee, dan betapa sulitnya menemukan pasangan yang tepat dalam perjalanan Gi Jeong.

Perjalanan mereka mencari pembebasan diri atas apa yang dialami tidak hanya membuat kita sebagai penonton iba, tetapi juga bercermin pada diri sendiri.

Ditunjang dengan dialog puitis nan solutif, My Liberation Notes hadir seperti sebuah sabda yang setiap didengarkan membuat hati tergugah.

Cerita serta dialog ciamik ini berpadu dengan suasana syahdu dari visual drama yang cantik. Warna-warna teduh, yang tidak cerah dan tidak pula gelap membawa nuansa manis yang sulit dilupakan.

Drama Korea My Liberation NotesDrama Korea My Liberation Notes/ Foto: Dok. JTBC

Alur Lambat Tapi Memikat

Untuk sebagian orang, My Liberation Notes mungkin sulit dinikmati. Hal tersebut lantaran drama yang naskahnya ditulis oleh Park Hae Young ini berjalan lambat.

Drama ini mengikuti kehidupan sehari-hari Yeom bersaudara atau Pak Gu, mulai dari berangkat kerja, bekerja, pulang kerja, hingga mampir ke kedai untuk sekedar minum atau makan.

Rutinitas tersebut akan menghiasi sepanjang episode yang dimiliki, yang mungkin akan membuat sebagian orang bosan karena tidak ada hal-hal bombastis.

Namun, hal-hal monoton tersebut selaras dengan pesan yang dibawa My Liberation Notes. Pada akhirnya drama ini akan menyadarkan bahwa hal-hal yang kita anggap membosankan dan menyebalkan akan menjadi pelajaran berharga bagi hidup yang suatu hari bisa dikenang.

Selain itu, tempo penceritaan yang lambat juga akan memberi penonton lebih banyak waktu untuk berkenalan dengan para karakter hingga akhirnya bisa menyaksikan mereka tubuh dan terbebas dari belenggu masing-masing.

My Liberation NotesMy Liberation Notes/ Foto: JTBC Drama


Bumbu Romansa yang Tak Berlebihan

Bagaikan sayur tanpa garam yang hambar saat disantap, sebuah drama Korea tanpa bumbu romansa juga akan terasa kurang pas.

Maka, My Liberation Notes menyelipkan hal itu lewat dua karakter utamanya, Mi Jeong dan Pak Gu. Tak berlebihan dan terasa pas.

Romansa itu juga tidak muncul mendadak, tapi berproses bersama penyembuhan luka mereka masing-masing. Dinamika hubungan putus nyambung juga akan tetap ada dan tentu saja bikin baper sekaligus geregetan.

My Liberation NotesMy Liberation Notes/ Foto: dok. JTBC

Sebuah drama yang baik memang tidak melulu harus dihiasi dengan cerita plot twist atau karakter hero yang bikin decak kagum. Kesederhanaan cerita juga bisa membawa sebuah drama memikat, seperti yang dilakukan My Liberation Notes.

Meski dengan tempo penceritaan lambat, My Liberation Notes mampu mengajak penonton betah mengikuti perjuangan para karakter membebaskan diri dari belenggu sekaligus mengajak belajar memahami hidup lewat berbagai sudut pandang. 

(dia/dia)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER