Terciduk Nonton Drakor, Siswa di Korea Utara Ramai-ramai Menyerahkan Diri

Dini Astari - INSERTLIVE
Kamis, 29 Apr 2021 21:15 WIB
Students look through VR goggles during a tour for visiting foreign media to a teacher training college in Pyongyang on September 7, 2018. - North Korea is preparing to mark the 70th anniversary of its founding on September 9. (Photo by Ed JONES / AFP)
Jakarta, Insertlive -

Tidak seperti di negara lain, menonton drama Korea atau drakor di Korea Utara merupakan tindakan ilegal dan bisa terancam hukuman.

Menurut laporan Gukmin Ilbo yang dikutip dari Koreaboo, Kamis (29/4), baru-baru ini ada 10 ribu siswa Korea Utara yang menyerahkan diri ke kantor polisi setempat karena diam-diam menonton drama dan film Korea Selatan.

Karena tertangkap basah, para siswa ini pun memilih menyerahkan diri dengan harapan hukumannya dapat diringankan.


Laporan itu juga menyebutkan sekitar 5 ribu pemutar DVD juga diserahkan oleh para siswa untuk menerima hukuman yang lebih ringan.

Menurut hukum Korea Utara, seseorang yang tertangkap saat penggerebekan atau sebaliknya, hukumannya berat.

Hukuman penjara hingga 15 tahun pun siap mengancam para pelanggar yang menonton konten atau membaca buku Korea Selatan.

Sementara itu, bagi yang menggunakan bahasa Korea Selatan, hukuman penjara hingga dua tahun bisa diberikan.

Korea Utara memang dikenal sangat mengawasi konten yang dikonsumsi warganya. Mereka dengan tegas melarang konten dari Korea Selatan untuk disebar dan dilihat.

Tidak hanya itu, Pimpinan Korea Utara Kim Jung Un bahkan menindak para pemuda di Korea Utara yang memakai pakaian kasual.

(dia/dia)
Tonton juga video berikut:
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER