Advertisement

Viral Uang Tabungan Kuliah Rp1,54 Miliar Rusak Terendam Banjir, Begini Nasibnya

agn | Insertlive
Ilustrasi uang
Viral Uang Tabungan Kuliah Rp1,54 Miliar Rusak Terendam Banjir, Begini Nasibnya/Foto: Dini Astari
Jakarta -

Seorang wanita bernama Ida menukarkan uang sebesar Rp1,54 miliar yang rusak karena banjir rob.

Uang itu ditukarkan ke Bank Indonesia atau BI Perwakilan Tegal setelah terendam air selama berbulan-bulan. Uang yang berasal dari hasil jual tanah tersebut disimpan oleh Ida untuk anaknya kuliah kedokteran.

"Uang hasil jual tanah saya simpan di koper. Rencana buat persiapan kuliah anak di kedokteran," cerita Ida dalam laporan detikcom.

Uang yang tersimpan di dalam koper itu terendam banjir yang terjadi sejak Februari 2026 lalu. Lalu air laut pasang kembali beberapa kali mengenai rumahnya. Hal itu membuat Ida tidak langsung memeriksa kondisi uang yang ada di dalam kopernya.

Advertisement

Setelah diperiksa, uang di dalam koper itu sudah dipenuhi dengan kerak lumpur. Lembaran uangnya juga sudah menghitam di bagian tepinya, lembap dan saling menempel satu sama lain karena terlalu lama terendam.

"Sempat panik uangnya rusak. Kebetulan ada kenalan orang bank yang menyarankan untuk ditukar di BI," lanjutnya.

Ida lalu membawa semua uangnya yang rusak ke Bank Indonesia Perwakilan Tegal untuk mengajukan penukaran. Petugas juga menghitung ulang nominal uang tersebut dan memisahkan lembaran uang yang saling menempel.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, mengungkapkan pihaknya sudah mengajukan permohonan penukaran uang rusak milik Ida.

"Uang tersebut merupakan milik Ibu Ida, warga Batang, yang mengalami kerusakan akibat rumahnya terendam air rob. Dia datang untuk menukar dengan uang baru," kata Bimala.

Setelah dilakukan penelitian, uang lebih dari Rp1 miliar itu sudah memenuhi syarat untuk diganti dengan uang baru yang layak edar. Namun, dari Rp1,54 miliar, uang Ida yang bisa diganti hanya sebesar Rp1,51 miliar.

"Dari Rp 1,54 miliar setelah diperiksa hanya Rp 1,51 miliar yang bisa diganti uang layak edar," tuturnya.

(agn/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement