Advertisement

Hadapi Kesulitan Ekonomi, Ini Kumpulan Doa untuk Mempermudah Melunasi Utang

Insertlive | Insertlive
Ilustrasi berdoa untuk orang meninggal dunia, baca doa, al qur'an, tasbih
Hadapi Kesulitan Ekonomi, Ini Kumpulan Doa untuk Mempermudah Melunasi Utang / Foto: Freepik
Jakarta -

Utang sering kali menjadi beban yang berat, terutama ketika kondisi keuangan sedang tidak menentu. Dalam ajaran Islam, utang dipandang sebagai amanah yang wajib ditunaikan sesegera mungkin. Karena itu, seseorang yang mampu membayar utangnya tidak diperbolehkan menunda-nunda pelunasan tanpa alasan yang dibenarkan.

Dalam buku Seri Fikih Kehidupan karya Ahmad Sarwat, disebutkan sebuah hadits Rasulullah saw. yang menegaskan pentingnya menyelesaikan utang.

"Menunda-nunda pembayaran utang dari orang yang mampu membayarnya adalah perbuatan zalim. Dan apabila salah seorang dari kamu dipindahkan penagihannya kepada orang lain yang mampu, hendaklah ia menerima," (HR Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah).

Hadits tersebut menjadi pengingat bahwa utang bukanlah perkara yang boleh dianggap sepele. Setiap muslim memiliki kewajiban untuk berusaha memenuhi tanggung jawab finansialnya dengan baik.

Advertisement

Meski demikian, tidak semua orang berada dalam kondisi ekonomi yang sama. Ada kalanya seseorang mengalami kesulitan keuangan sehingga belum mampu melunasi utangnya tepat waktu. Dalam situasi seperti ini, Islam mengajarkan agar tetap berikhtiar dengan sungguh-sungguh, berusaha mencari jalan keluar, serta memohon pertolongan kepada Allah Swt. melalui doa.

Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah membaca doa hajat agar diberikan kemudahan dalam melunasi utang dan dilapangkan rezekinya. Doa-doa tersebut tercantum dalam berbagai kitab dan literatur Islam, di antaranya Fiqh Al-Ad'iyah wal Adzkar karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr yang diterjemahkan oleh Amiruddin Djalil, serta buku Jihad Keluarga: Membina Rumah Tangga Sukses Dunia Akhirat karya A. Fatih Syuhud.

Berikut beberapa bacaan doa hajat untuk melunasi utang yang dapat diamalkan sehari-hari:

1. Doa Pelunas Utang yang Diajarkan Rasulullah

Doa ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib r.a.:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأغْنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahummakfinii bihalaalika 'an haraamika wa aghnii bifadhlika 'amman siwaak

Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal daripada yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu daripada selain Engkau," (HR Tirmidzi).

2. Doa Memohon Jalan Keluar dari Kesulitan

اللَّهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الْغَمِّ ، مُجِيبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَرِّينَ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَرَحِيمَهُمَا ، أَنْتَ تَرْحَمُنِي ، فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

Allahumma ya farijal ham kasyifal gham mujiba da'watal mudhtharriin rahmanad dunya wal akhirah warahimahuma anta tarhamuni farhamni rahmatan tughnini biha rahmati man siwak.

Artinya: "Ya Allah, yang menghilangkan kerisauan, yang menghilangkan kesedihan, Maha mengabulkan doa orang yang menderita. Engkau Maha Pengasih kepada seisi dunia dan akhirat dan menyayangi keduanya. Engkau mengasihiku, berilah aku rahmat yang membuatku tidak memerlukan lagi pertolongan selain dari-Mu,".

3. Doa Berlindung dari Lilitan Utang

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Allahumma innii a'uudzu bika minal hammi wal hazan, wa a'uudzu bika minal 'ajzi wal kasal, wa a'uudzu bika minal jubni wal bukhl, wa a'udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari ketakutan dan kekikiran, dari lilitan utang dan kezaliman orang-orang,".

4. Doa Memohon Kemudahan

اَللَّهُمَّ يَسِّرْ وَ لَا تُعَسِّرْ

Allahumma yassir walaa tu'assir

Artinya: "Ya Zat yang memudahkan segala yang sulit, mudahkanlah jangan Engkau persulit,".

5. Doa agar Rezeki Diberkahi

بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِيْنِيْ. اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ

Bismillâhi 'ala nafsî wa mâlî wa dînî. Allâhumma radhdhinî bi qadhâ'ika, wa bârik lî fîmâ quddira lî hattâ lâ uhibba ta'jîla mâ akhkharta, wa lâ ta'khîra mâ 'ajjalta.

Artinya: "Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Tuhanku, kondisikan batinku agar rela menerima ketentuan-Mu. Berkatilah aku pada semua yang ditakdirkan untukku sehingga aku enggan menyegerakan apa yang Kautunda dan enggan menunda apa yang Kausegerakan,".

(kpr/and)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement