Dari Lemari ke Lingkungan, Cinta Laura Kampanyekan Perpanjangan Usia Pakaian
Tren yang terus berubah mendorong konsumen untuk membeli pakaian baru secara rutin.
Fenomena ini dikenal sebagai fast fashion, yaitu produksi pakaian dalam jumlah besar dengan harga murah dan siklus tren yang sangat cepat.
Produksi pakaian membutuhkan sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari air, energi, hingga bahan baku seperti kapas dan serat sintetis.
Selain itu, proses pewarnaan dan pengolahan tekstil sering menghasilkan limbah yang mencemari sungai dan tanah
Memperpanjang masa pakai pakaian merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri fashion
Cinta Laura menjadi salah satu figur publik yang berbagi pandangan mengenai pentingnya memperpanjang siklus hidup pakaian sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap fashion sustainability.
Saat hadir dalam acara 9 to Verse yang digelar brand Pomelo di Jakarta, Sabtu (6/6), Cinta Laura mengatakan bahwa memperpanjang masa pakai pakaian sebagai salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah tekstil.
Ia juga menyoroti perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap praktik fashion yang lebih berkelanjutan, mulai dari berbelanja secara bijak, merawat pakaian dengan baik, hingga mendaur ulang atau mendonasikan pakaian yang sudah tidak digunakan.
Menurutnya, perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan masa depan industri fashion.
"Semua usia, semua latar belakang, semua lapisan masyarakat memiliki cerita yang menginspirasi banyak orang di sekitar kita," ujar Cinta Laura.
"Saya berharap fashion juga jadi inspirasi buat kamu untuk bisa menjadi perempuan yang kamu inginkan," imbuhnya.
Melalui kampanye Share The Style yang berlangsung selama satu bulan, Pomelo bersama Cinta Laura Foundation berhasil mengumpulkan lebih dari 231 kilogram pakaian bekas dari 109 partisipan.
Dalam prosesnya, pakaian yang terkumpul kemudian diolah menjadi berbagai merchandise eksklusif melalui kerja sama dengan The New Factory, salah satu anggota dari Rantai Textile Lestari.
Selain itu, sebagian pakaian yang masih layak pakai juga didonasikan kepada beberapa yayasan yang membutuhkan, salah satunya adalah Panti Asuhan Nurul Iman Jakarta Pusat, sehingga pakaian yang didonasikan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Fashion is not only about what we wear, but also about the impact we leave behind. Melalui Share the Style, kami ingin melangkah lebih jauh, mengajak pelanggan menjadi bagian dari gerakan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Michelle Mangindaan, Head of Pomelo Indonesia.
"Respons luar biasa yang telah kami terima membuktikan bahwa semakin banyak orang ingin menjadi bagian dari perubahan tersebut. Let's be stylish, share goodness, and redefine the future of fashion with Pomelo," tambahnya.
Pada acara tersebut, brand asal Thailand ini menghadirkan Verse Collection, koleksi yang versatile dan relevan untuk menemani berbagai momen dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari aktivitas profesional di tempat kerja, rutinitas harian yang dinamis, hingga momen sosial setelah jam kerja.
(arm/dia)